Honorer DPRD Ini Syok Saldo di Rekeningnya Capai Rp 14,8 Triliun, Akhirnya Pihak Bank Buka Suara

0
2
Honorer sekretariat DPRD Buol berinisial NS kaget setelah menerima transferan dana Rp 14,8 triliun di rekening pribadinya. IST
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – HEBOH seorang honorer DPRD Buol terima uang transfer Rp 14,8 triliun ke rekening pribadi.

Honorer Sekretariat DPRD Buol, Sulawesi Tengah, berinisial NS dikejutkan dengan nominal fantastik di rekening pribadinya.

Bagaimana tidak, di buku rekeningnya ada saldo senilai hingga Rp 14,8 triliun.

Honorer sekretariat DPRD Buol berinisial NS itu pun kaget setelah menerima transferan dana Rp 14,8 triliun di rekening pribadinya.

Hal itu diketahui saat NS mengurus pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) menggunakan rekening lamanya.

Rekening tersebut dibuat NS pada 2018 dan terakhir aktif pada 2022, dilansir TribunPalu.com.

Karena menggunakan rekening lama, NS kemudian menyetor uang Rp 100 ribu untuk aktivasi rekening.

Kaget dengan jumlah uang di rekeningnya, NS lantas pergi ke Kantor DPRD Buol.

Ia kemudian memperlihatkan rekeningnya kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) Ketua DPRD Buol dan rekan-rekannya.

Ketua DORD Buol, Srikandi Batalipu, juga telah melihat buku rekening milik stafnya tersebut.

“Tadi diperlihatkan ke kami,” kata Srikandi via telepon, Sabtu (24/9/2022).

Srikandi kemudian meminta NS untuk melapor ke Polres Buol.

Sempat dibikin kaget karena uang masuk begitu banyak, NS pun akhirnya buka suara.

NS juga telah menceritakan hal itu ke sang suami.

Awalnya, keduanya sepakat akan pergi ke bank di hari Jumat (23/9/2022).

Namun, karena kesibukan masing-masing, keduanya belum sempat ke bank.

Terpisah, pihak bank buka suara terkait pencetakan buku tabungan yang dianggap tak wajar itu.

Hal itu disampaikan oleh pimpinan wilayah 11 bank pelat merah itu, Lodewyck ZS Pattihahuan.

“Kami telah mendapatkan laporan tentang pencetakkan angka tidak wajar pada buku tabungan nasabah kami.

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya.”

“Saat ini kami sedang melakukan perbaikan pencetakan buku tabungan atas perbedaan angka yang tidak wajar di buku tabungan dengan yang tercatat pada sistem kami,” jelasnya.

 

Sumber : tribunnews.com