HRS Harus Karantina 14 Hari Usai Tiba di RI, Kemenkes: Berlaku Bagi Siapapun

0
1
Habib Rizieq. (Net)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Kementerian Kesehatan tidak mempermasalahkan kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia dari Arab Saudi. Meski demikian, aturan karantina di rumah selama 14 hari berlaku bagi Habib Rizieq seperti WNI dari luar negeri lainnya.

“Iya betul berlaku bagi siapapun (tanpa terkecuali),” kata Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, M Budi Hidayat, saat dihubungi, Kamis (5/11/2020).

Lebih jauh Budi menjelaskan aturan yang dimaksud tersebut. Menurutnya setibanya di RI, Habib Rizieq, seperti WNI dan WNA dari luar negeri lainnya, wajib melakukan test PCR dengan hasil negatif.

“Untuk WNI ataupun WNA (yang diperbolehkan) yang datang dari Luar Negeri diwajibkan telah test PCR dengan hasil negatif (maksimal 7 hari), jika tidak dapat membuktikan telah ditest PCR, maka akan menjalani pemeriksaan swab di fasilitas karantina sampai hasilnya keluar (kurang lebih 3 hari),” ucapnya.

Lebih jauh Budi menyebut jika hasilnya menunjukan negatif dan tanpa gejala apapun, maka Habib Rizieq, sesuai aturan yang berlaku wajib mengkarantinakan diri selama 14 hari. Menurutnya aturan tersebut sudah sesuai dengan UU no 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Pada pemeriksaan dinyatakan tidak sakit dan tidak ada faktor risiko kesehatan, maka dapat melanjutkan perjalanan dan menjalani karantina mandiri di rumah/ tempat tinggalnya selama 14 hari dan menerapkan protokol kesehatan,” ucap Budi.

Dia sekali lagi memastikan aturan ini berlaku tanpa terkecuali bagi semua WNI atau WNA yang baru datang dari luar negeri.

Seperti diketahui, Habib Rizieq telah mengungkapkan rencananya di kanal YouTube FRONT TV, tertanggal 4 November 2020.

Dia akan tiba di Indonesia pada Selasa (10/11) besok. Sesampainya di Bandar Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rizieq dan keluarga akan langsung ke kediaman di Petamburan Jakarta Pusat.

Rizieq akan beristirahat pada dua hari pertama, yakni Rabu dan Kamis. Namun pada hari itu, Rizieq bersedia menemui para tamu yang bersilaturahmi.

“Jadi kalau nanti ada kawan-kawan para habaib para ulama, para kiai yang ingin bertemu, berjumpa, bersilaturahmi, yaitu sudah mengetahui pengumuman ini bahwa pada hari tersebut saya berada di mana,” kata Rizieq.

 

Sumber : detik.com