Ibu dan Anak Dibacok Membabi-buta saat Tidur

0
136
Ilustrasi. (Net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan

Tak ada yang menduga, peristiwa sadis pembacokan yang dialami ibu dan anaknya saat suami tak di rumah.

Sosok orang tak dikenal tiba-tiba merangsek masuk rumah, kemudian membacok Susanti (30), warga desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi yang tengah tidur bertiga dengan anak-anaknya.

Kejadian pembacokan Susanti ini merupakan kejadian kedua, karen sebelumnya sempat gagal dipergoki anak korban yang berusia 10 tahun.

Menurut saksi mata, kejadian pembacokan yang dilakukan seseorang tidak dikenal itu dilakukan hingga berkali kali, hingga sampai mengenai anak sulungnya yang berusia 10 tahun.

“Susanti diserang oleh pelaku saat tidur bersama kedua anaknya di ruang tamu. Sebelum kabur, senjata tajam yang dibawa pelaku sempat menyenggol anak sulung korban yang berusia 10 tahun. Untung anak korban hanya mengalami luka ringan,” kata Wahyudin salah seorang kerabat korban kepada tribunjatim.com, Senin (26/3-2019).

Dikatakan Wahyudin, senjata tajam pelaku yang digunakan menganiaya korban dan menyenggol anak korban itu mengenai bagian pipi sebelah kiri.

Ketika peristiwa terjadi, Ikhwan Sugiyanto (31) suami korban sedang tidak ada di rumah.

“Pelaku ditengarai masuk rumah korban dengan cara merusak pintu bagian belakang rumah, kemudian masuk dan langsung menyerang korban membabi buta dengan menggunakan senjata tajam,” jelas Wahyudin.

Sementara menurut adik korban, Dewi Ernawati, kasus pembacokan hingga membuat Susanti tidak tertolong jiwanya dan meninggal saat berada dalam pertolongan tenaga medis RSUD dr Soeroto itu, merupakan kejadian kali kedua.

“Setahu saya, malam Minggu (Sabtu 23/3/2019) sudah mau kejadian. Tapi gagal, karena anak sulung korban bangun, dan pelaku kabur,” katanya.

Namun anak sulung korban mengenali ciri ciri pelaku. Kalau yang ini, diduga pelakunya tetangga sendiri,” kata Dewi Ernawati.

Keterangan yang dikumpulkan, kalau benar pelakunya seperti yang disebutkan anak sulung korban, antara pelaku dan korban ada hubungan gelap yang sudah lama terjalin.

“Kalau benar ciri ciri pelaku seperti yang disebutkan anak sulung korban, berarti kejadian pembacokan korban itu ada hubungan asmara. Karena antara korban dan pelaku sudah menjalin hubungan gelap itu sudah lama,” jelas tetangga korban yang enggan namanya disebut.

Kapolsek Widodaren, Resor Ngawi AKP Juwahir membenarkan, kejadian pembacokan dilakukan pelaku saat korban tidur bertiga bersama dua anaknya di ruang tamu sekaligus ruang TV.

“Pelaku masuk langsung menyerang korban dan alatnya masih kita cari. Kami masih melakukan penyidikan di lapangan. Mudah-mudahan keterangan dari anak itu kasus ini bisa lekas terungkap,”kata AKP Juwahir.

Sumber : tribunnews.com