Ibu dan Anak Jadi Korban Keberingasan Petugas Satpol PP saat Tertibkan Pedagang

0
1
Seorang anak terhempas ke dinding seng akibat aksi oknum Satpol PP yang beringas saat menertibkan pedagang, sementara seorang ibu berusaha menghalaunya. Foto: Video Viral
Dijual Rumah

Gunungsitoli, buktipers.com – Seorang bocah yang tengah berjualan ikan bersama ibunya di Pasar Beringin, Kota Gunungsitoli , Sumatera Utara menjadi korban keberingasan oknum petugas Satpol PP saat melakukan penertiban pedagang.

Bocah malang itu didorong oknum petugas Satpol PP hingga terhempas ke dinding seng saat dilakukan penertiban pedagang, Selasa sore (1/3/2022).

Sang bocah bahkan menangis histeris saat diangkut ke mobil truck.

Detik-detik sang anak yang jualan ikan bersama ibunya didorong oleh oknum petugas Satpol PP Gunungsitoli hingga terhempas ke seng terekam kamera ponsel warga.

Aksi petugas Satpol PP tersebut kemudian viral di media sosial dengan menuai berbagai keceman warganet.

Usai didorong, anak itu kemudian dibawa petugas ke kantor Satpol PP tanpa diketahui motifnya dengan menggunakan mobil truck patroli dengan menggantung berdiri di bak belakang mobil sehingga sang anak menangis histeris.

Bahkan dalam video tersebut, ada emak-emak yang berteriak namun tidak dihiraukan.

Beberapa potongan video lain juga terlihat aksi kejar-kejaran hingga terjadi pemukulan oleh oknum Satpol PP terhadap para pedagang dan dagangannya ikut disita petugas.

Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Gunungsitoli ini menuai berbagai kecaman warganet bahkan ada meminta atensi Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan untuk dapat diproses secara hukum.

Aksi ini terjadi karena beberapa emak-emak pedagang ikan masih bertahan berjualan di Pasar Beringin akibat mereka tidak punya tempat jualan pascadigusur beberapa minggu lalu.

Berdasarkan informasi anak tersebut telah dipulangkan kepada orangtuanya.

Sementara pekan lalu, para emak-emak ini telah menyampaikan keluhannya untuk disediakan tempat jualan ke Pemkot Gunungsitoli melalui aksi demonstrasi namun kini belum ada solusi dari pemerintah setempat.

 

Sumber : Sindonews.com