Ijazah Sihar Sitorus Dilaporkan Oleh Warga

0
254
IMG-20180214-WA0109
Loading...

Buktipers.com – Medan (Sumut)

Pertarungan Pilgub Sumut kian memanas. Usai KPU Sumut mempersoalkan ijazah JR Saragih dan menjadikannya gagal menjadi calon, kali ini persoalan ijazah calon wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus dilaporkan.

Pelaporan itu dilakukan oleh warga Jalan Nusa Indah III, Tanjung Sari, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang bernama Hamdan Noor Manik, yang diketahui sebagai adik kandung mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Almarhum Husni Kamil Manik.

“Ijazah (Sihar-red) tidak sesuai dengan peraturan kita. Ini saya melaporkan KPU-nya,” kata Hamdan kepada wartawan saat mendatangi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut, Rabu (14/2/2018).
Pria itu terlihat membawa beberapa bundelan berkas. Menurut dia, surat keterangan pengganti Ijazah yang digunakan Sihar, diduga tidak sesuai Permendikbud nomor 29 tahun 2014 tentang pengesahan fotocopy ijazah/STTB/ surat keterangan pengganti ijaazah/STTB dan penerbitan surat keterangan pengganti ijazah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Baca Juga!  Poldasu OTT Kepala PD Pasar dan Tiga Rekanannya

Dikatakan peraturan menteri tersebut sangatlah kuat dan dapat dijadikan alasan Bawaslu untuk memerintahkan KPU melakukan verifikasi ulang terhadap ijazah para Paslon.

“Lihat di web KPU, ada gak nomor seri ijazahnya. Tidak memenuhi ketentuan peraturan menteri itu,” bebernya.
Dia mengungkapkan pengaduannya tersebut dengan tiga alat bukti kepada Bawaslu Sumut. Pertama Surat Keputusan KPU tentang pengesahan, Fotocopy pengganti ijazah atas nama Sihar Sitorus dan Permendikbud nomor 29 tahun 2014 tentang pengesahan fotocopy ijazah/STTB/ surat keterangan pengganti ijaazah/STTB dan penerbitan surat keterangan pengganti ijazah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Menurut dia, jika persoalan ini tidak direspon, maka akan memicu gejolak sosial. Ditambah dengan tidak lolosnya JR Saragih maju dalam Pilgub Sumut.
“Mungkin hari ini belum kelihatan. Tapi kita tidak bisa menjamin kedepan antara kandidat satu dengan yang lain,” katanya.

Baca Juga!  Abon dan Produk Tapteng Diminati Di PRSU Medan

Disinggung apakah dirinya adalah pendukung dari salah satu pasangan calon, Hamdan membantah. Dia mengaku hanya mengamati perubahan dinamika sepanjang tahapan di Pilgub Sumut berlangsung.

“Hanya mengamati masalah ketidakfairan KPU dalam penelitian ijazah. Terbukti dengan apa yang diupload KPU di webnya tentang ijazah Sihar tidak sesuai dengan ketentuan dan Permen,” katanya.(rilis/job purba)

Loading...