Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 21 Pendemo di Medan Reaktif Covid-19

0
2
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin. (Foto: Ant)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com  – Aksi tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Medan memicu klaster baru Covid-19. Sebanyak 21 peserta unjuk rasa dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, 21 pendemo tersebut merupakan bagian dari 243 pendemo yang diamankan dari aksi menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

“Total 243 orang diamankan saat aksi di Medan. Dari rapid test pertama, kita temukan ada 21 orang reaktif,” katanya di Mapolrestabes Medan, Jumat (9/10/2020).

Martuani menambahkan, pendemo yang dinyatakan reaktif Covid-19 selanjutnya diserahkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Medan. Mereka akan diisolasi agar tak menyebarkan virus corona.

“Kita sudah bicara dengan Gugus Tugas Kota Medan untuk langsung diisolasi, karena kita tidak mau dari 21 orang ini meningkat menjadi terpapar corona virus,” ucap dia.

Martuani menyebukan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa klewang. Selain itu, pelaku diduga membakar mobil Waka Rumkit Bhayangkara Medan di Jalan Sekip, Medan Petisah.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kemungkinan adanya tersangka baru terkait aksi kekerasan tersebut. “Untuk keseluruhan di Sumut ada 253 orang yang diamankan. Sebanyak 9 orang di antaranya di Labuhan Batu, 1 orang di Tapsel dan 243 orang di Medan,” katanya.

 

Sumber : iNews.id