Imunisasi MR Di Kabupaten OKI Ditunda Tunggu Fatwa MUI.

0
110
Loading...

Buktipers.com- Kayuagung (Sumsel),

Dengan adanya surat edaran dari Kemenkes RI terkait penundaan Imunisasi MR,Pemkab.OKI memilih patuh menunda pemberian vaksin MR,namun sosialisasi dan penyuluhan tetap dilaksanakan.

Sekda OKI H.Husin mengatakan” Pelaksanaan serentak untuk sosialisasi imunisasi Measles dan Rubella sudah dilakukan ,namun karna ada edaran dari kemenkes untuk ditunda,kita tunduk dengan aturan itu”.

HM.Lubis kadinkes OKI menambahkan terkait imunisasi Mr, hasil koordinasi dengan sekda , kita tunda sampai ada sertifikasi halal Vaksin MR dari MUI ” Seraya menambahkan , Akan tetapi untuk sosialisasinya tetap dilanjutkan, “Kan pelaksanaannya sampai bulan September, mungkin dalam beberapa hari ini sertifikat kehalalan dari MUI keluar”,jelasnya,selasa 07/08/2018.

M.Arifin kasi Surveilen dan Imunisasi bidang Penanggulangan dan Pencegahan Dinas kesehatan OKI menambahkan, ” Puskesmas tetap melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi Measles Rubella”.jelasnya.

Baca Juga!  Jual Sabu, PNS Dinas Pertanian Tebing Maman Dan Hafis Diringkus Polisi

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengirimkan surat edaran pada bupati dan gubernur tentang pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR). Dalam surat edaran tersebut Menkes menyebutkan bahwa imunisasi MR boleh ditunda untuk sementara bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan atau kebolehan vaksin MR.

“Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar’i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR,” kata Menteri Nila dalam surat edaran yang dikutip di Jakarta, Senin (6/8).

Surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin (6/8) siang. Namun Menkes mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia.

Baca Juga!  Pekerjaan Jalan Sibolga Batas Tapsel Terhenti, Ini Penyebabnya..

“Merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella. Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR,” kata Menkes.

Nila juga berpesan agar sosialisasi, pendekatan secara persuasif, serta pemberian pemahaman kepada masyarakat penting dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi MR.

Imunisasi MR akan diintroduksikan dalam program imunisasi rutin nasional yang diawali dengan pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun yang paling memiliki kerentanan terhadap penyakit tersebut.

Kampanye Imunisasi MR dibagi ke dalam dua fase. Fase pertama telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017 di enam Provinsi di Pulau Jawa. Sedangkan fase kedua sedang berlangsung pelaksanaannya di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa(man/red).

Loading...