Indikasi Skandal Proyek PDAM Kabupaten Malang.

0
207
Loading...

Buktipers – Malang (Jatim)

Air adalah kebutuhan vital bagi manusia, terutama untuk kebutuhan pokok seperti air minum, dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus), karena begitu pentingnya ketersediaan akan air bersih, maka masyarakat melakukan berbagai macam cara, untuk mendapatkan air tersebut, termasuk harga yang mahal pun akan mereka turuti agar ketersediaan air tetap berjalan dengan lancar.

Keinginan masyarakat ini sering kali berbanding terbalik dengan fakta yang mereka terima, mereka masih merasakan ketidak adilan dan permainan pihak- pihak terkait, yang bertanggung jawab terhadap keberadaan dan distribusi air bersih.

Hal ini pula yang di rasakan oleh masyarakat di daerah Lawang, kabupaten Malang. Dimana PT.Jasa Tirta, kabupaten Malang terindikasi melakukan proyek hibah yang tidak tepat sasaran, sampai dengan sistem penyaluran rumah yang syarat dengan “permainan” oknum PT. Jasa Tirta kabupaten Malang, yang terlihat begitu terstruktur, sistematis dan masiv.

Dari informasi yang diperoleh buktipers.com dari masyarakat, kami mencoba untuk menelusuri satu persatu, indikasi skandal proyek PDAM kabupaten Malang.

Dan dari temuan langsung di masyrakat kabupaten Lawang hari ini, Senin (23/07/2018), beberapa nara sumber memberikan pernyataan kepada kami, seperti yang pertama di jelaskan oleh calon pelanggan PDAM yang bernama Heri (47) warga jalan gang Masjid, Lawang kabupaten Malang mengatakan ” saya dan kakak saya sudah menitipkan uang, untuk pemasangan air PDAM kurang lebih 3 atau 4 bulan yang lalu, yang jelas waktu itu menjelang puasa Ramdhan bulan kemarin itu. Karena oknum dari pihak PDAM ini adalah teman saya, maka saya dan kakak percaya saja, walaupun tidak menerima tanda bukti pembayaran apapun dari pihak PDAM kabupaten Malang. Dan karena lama tidak terpasang, maka kalau bertemu dengan oknum tersebut sering saya bertanya kapan akan di pasang, dan oknum PDAM kabupaten Malang yang bernama Yanto itu selalu menjawab, masih ada masalah terkait pimpinan PDAM kabupaten Malang, dan akan di pasang segera, tapi faktanya sampai saat ini tidak ada perkembangan apapun”. keluhnya.

Baca Juga!  Kadis DPMPN Simalungun "Uring-Uringan" Saat Wartawan Ingin Bertanya Pada Tim Satgas Dana Desa

Sementara berbeda dengan kondisi yang harus di rasakan oleh warga dusun Setran, Bedali, Lawang.

Menurut salah satu warga di kawasan Rt.03, yang bernama Ginten menyatakan ” saya sudah pasang air ini sekitar 24 tahun yang lalu, dan sampai sekarang air tetap saja mengalirnya kecil dan hanya pada jam-jam tertentu saja yaitu sekitar jam 00.00 sampai 03.00 Wib, itu pun saya mesti menadah dari bawah dan semalam hanya bisa terkumpul 3 ember kecil saja”. ungkapnya.

Lanjutnya saat kami bertanya solusinya seperti apa untuk memenuhi kebutuhan air, perempuan ( 65 tahun) ini mengatakan” saya nyuruh orang untuk mengangsu atau mengambil air dari pabrik agar-agar yang ada di bawah, dan ngongkosi atau membayar sekitar 50 ribu rupiah setiap kali angkut dengan motor.

Baca Juga!  Tak diterima Bermitra, Kubu PUK F.SP.TSI - K.SPSI Desa Binjai Pimpinan Amrizal Napitupulu, Demo PT KSJA

Tapi yang berat buat saya mbak, adalah saya masih harus membayar bulanan PDAM sebesar 60 ribu per bulan, pada hal airnya ngak nyala.”terangnya.

Hal senada juga di ungkap oleh Yani ( 55 tahun) warga Rt.02 dusun Sentran, Bedali, Lawang ” selain air ngak ngalir dan masih bayar bulanan PDAM, dulu saya waktu pasang itu mesti bayar 2 juta rupiah, sementara saudara saya ada yang bayar sekitar 500 ribu an, padahal meterannya sama-sama ada tulisan hibahnya”.keluhnya.

Sementara saat kami mencoba mengklarifikasi masalah ini kepada bagian kasi tata usaha UPT PDAM Lawang Rudi Hardianto membenarkan informasi terkait oknum penarik dana pemasangan langsung pada masyarakat tanpa bukti pembayaran ” saya ngak tau tentang masalah ini, tetapi kalau anak buah saya memang ada yang namanya Yanto, nanti coba saya tanyakan”katanya.

Baca Juga!  Astawa Tentang Keras Tindakan Kadishub Malang

Dari laporan yang kami terima sebenarnya ada masalah pemasangan saluran rumah tangga baru sebanyak 200 orang, dan dana hibah milyaran rupiah yang mengelontor untuk proyek-proyek yang tidak tepat sasaran yang di lakukan oleh PDAM kabupaten Malang, indikasi munculnya 105 rekening saluran rumah tangga juga menjadi pertanyaan kami karena hal ini menyalahi SOP pemasangan yang seharunya, di mana rekening akan terbit satu bulan setelah meteran terpasang, selain informasi dari kasi tata usaha UPT PDAM Lawang Rudi Hardianto.

Kami juga mencoba menghubungi pihak direktur PDAM kabupaten Malang Samsul Hadi, dan sampai berita ini di turunkan, tidak ada jawaban apapun dari pihak direktur utama PDAM kabupaten Malang.(hermin/red)

Loading...