Ini Area Anggota Klub Harley Keroyok 2 Prajurit TNI di Bukittinggi

0
3
Dua potongan video saat anggota grup moge mengeroyok dua prajurit TNI (foto diambil dari video yang viral). Lokasi Jalan Prof.Dr.Hamka tempat kejadian pengeroyokan tersebut (foto: Google Maps).
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Gerombolan klub motor gede (moge) atau harley yang tengah berkonvoi bikin onar di Bukittinggi, Sumatera Barat. Segelintir personel Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) yang dibakar amarah menghajar dua prajurit TNI.

Polisi sudah menetapkan dua pria anggota HOG SBC sebagai tersangka dan menjebloskannya ke sel tahanan Mapolres Bukittinggi. Insiden keributan itu berlangsung di Jalan Prof.Dr.Hamka, Bukittinggi, Jumat (30/10), sekitar pukul 17.00 WIB. Dua prajurit Kodim 0304/Agam berpakaian sipil, Serda M Yusuf dan Serda Mistari, terlibat perselisihan dengan rombongan klub moge tersebut.

Kasus bermula saat Yusuf dan Mistari menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor dua prajurit TNI keluar dari bahu jalan.

Singkat cerita, terjadi cekcok mulut saat prajurit TNI menyetop dan menanyakan maksud konvoi moge itu memotong jalannya. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap Yusuf dan Mistari yang mengakibatkan keduanya luka.

Ulah anggota HOG SBC mengeroyok Yusuf dan Mistari membetot perhatian publik setelah sejumlah video yang menampilkan aksi kekerasan itu beredar luas di jagat maya. Selepas peristiwa pengeroyokan, pihak HOG SBC menyampaikan permintaan maaf. Sedangkan pihak Kodim 0304/Agam menyerahkan sepenuhnya perkara ini kepada aparat penegak hukum.

Berdasarkan penelusuran detikcom via Google Maps, Sabtu (31/10/2020), lokasi kejadiannya di belokan pertigaan Jalan Prof.Dr.Hamka dan Jalan Sutan Syahrir serta dekat dari Masjid Jami Tarok. Foto hasil tangkapan layar dari dua video yang beredar (sudut pandang berbeda) dan pencocokan visual Google Maps (gambar Jalan Dr.Hamka diambil Google Maps pada September 2019), area dua tentara dihajar anggota klub moge itu terjadi di halaman pertokoan.

Dalam video yang viral itu, anggota HOG SBC mengeroyok seorang prajurit TNI yang terkapar di lantai semen. Lokasi tepatnya samping klinik Bukitinggi Ruqyah Center (BRC) yang pada video dan gambar Google Maps terlihat banner oranye bertulis BRC. Seorang personel TNI lainnya yang berusaha melerai, malah diserang balik kelompok moge itu.

Sekadar diketahui, kiri-kanan Jalan Prof.Dr.Hamka berjejer pertokoan. Kawasan bisnis ini tentu ramai lalu lalang orang dan kendaraan. Sewaktu insiden kekerasan tersebut berlangsung, sebagaimana terekam dalam video, sejumlah warga di tempat kejadian mencoba turun tangan untuk menengahi. Ada warga juga yang berteriak-teriak. Selain itu, terdengar klakson kendaraan.

Kasus pengeroyokan ini ditangani Polres Bukittinggi. “Dua orang sudah kami tahan inisial MS (49) dan B (18). Pasal yang dipersangkakan adalah 170 KUHP. Dan terhadap pelaku keroyok sudah dilakukan penahanan di rutan polres,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2020).

Diketahui, MS (49) adalah wiraswasta yang berdomisili di Padang, Sumbar. Sedangkan B (18) merupakan pelajar/mahasiswa yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat. Sejumlah anggota klub motor tersebut sempat menyampaikan minta maaf atas insiden pengeroyokan tersebut. Namun polisi menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah menemukan bukti-bukti.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya kegaduhan atas kejadian tersebut. Kedua, Kami atas nama HOG SBC, memohon maaf kepada seluruh korban pemukulan yang dilakukan oleh anggota HOG SBC. Ketiga, kami memohon maaf kepada pihak seluruh anggota TNI khususnya Kodim setempat dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya Kabupaten Bukittinggi,” kata Public Relations HOG SBC Epriyanto dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (31/10).

 

Sumber : detik.com