Pemandu Wisata Salah Satu Kunci Keberhasilan Destinasi Pariwisata

0
183
Foto bersama di sela – sela acara ‘Pelatihan Pemandu Wisata Budaya’ yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Simalungun, di Atsari Hotel Parapat, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (19/7/2019). (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Mendukung program nawacita Presiden Republik Indonesia yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah yang dimulai dari pedesaan, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Simalungun, melaksanakan  ‘Pelatihan Pemandu Wisata Budaya’.

Kegiatan ini dilaksanakan satu hari penuh, di Atsari Hotel Parapat, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (19/7/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Simalungun yang diwakili Zulpanuddin Dalimunthe SH, Rosida Sitinjak SE, Rohana Sinaga SH, Herry Sudrajat SE, Tumbur Huta Barat SE dan M. Coden Purba SH (protokol), Seksam Girsip, Donny Sinaga SH dan  Komunitas Gempi.

Narasumber yang dihadirkan, Partuha Maujana Simalungun, Japaten Purba MBA, Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Dr Sumihar Sbastiana Sitompul, Juandan Purba, dan Selamat Simangunsung,

Kepala Dinas Pariwisata, Resman Saragih SSos, yang diwakili Zulpannuddin Dalimunthe SH menyampaikan, melalui pelatihan ini, para guide atau (pemandu wisata) mampu menghasilkan yang lebih berkualitas dan terukur.

“Kita sebagai satu kesatuan dalam upaya memajukan pariwisata di Simalungun, memiliki kewajiban untuk menggali dan mengembangkan potensi objek-objek wisata Khusnya di Kabupaten  Simalungun.

Peran serta pemandu wisata atau pramuwisata, merupakan salah satu komponen vital dan strategis sebagai ujung tombak dalam sektor pariwisata. Pamandu wisata yang baik dan beretika dan mumpuni (profesial dan berkualitas) sangat mempengaruhi kualitas pelayanan mereka terhadap wisatawan yang akan datang, katanya.

Dirinya berharap agar pemandu wisata memiliki SDM, berkapabilitas dan profesional untuk mengangkat dan melestarikan budaya Simalungun di Tano Habonaron Do Bona.

Para pemandu wisata harus memapu memahami pengetahuan dan pemahaman budaya untuk kepariwisataan yang dapat membawa dampak positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Simalungun dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, katanya lagi.

Sementara itu, Direktur Politeknik, Dr Sumihar Sbastiana Sitompul menyampaikan,”bahwa beberapa wisata budaya yang merupakan warisan adat turun menurun, agar dilestarikan kembali menjadi bagian dari wisata budaya di Simalungun ini. Misalnya para wisatawan yang datang bisa mempelajari adat-adat lokal setempat, dan arsitektur dari bangunan adat setempat. Entah itu merupakan sebuah candi, sebuah desa adat, sebuah rumah adat, pusat peribadaan dan sebagainya,”katanya.

Masih katanya, bahwa wisata budaya berkaitan dengan wisata religi dan juga bermanfaat untuk memberikan kesan yang sakral  dan suci, di sebuah daerah. Sehingga wisatawan bisa lebih menghormati daerah tersebut dan lebih tanggap terhadap larangan atau peraturan budaya dari daerah tersebut, ujarnya.

“Wisata budaya akan mampu memupuk rasa cinta kepada tanah air kita sendiri, karena ada ungkapan yang mengatakan, bahwa tak kenal tak sayang. Demikian juga dengan budaya bangsa, jika tidak dikenal, mana mungking rasa cinta dan rasa ingin mengujungi tempat wisata tersebut,”ucapnya.

Salah seorang pemandu wisata dari komunitas (Gempi), Fery, meminta ePmkab Simalungun agar membuat Pergub atau peraturan yang mengatur tentang pemandu wisata. Agar keberadaan pemandu wisata, bisa bekerja dengan maksimal, katanya menyarankan.

 

(Stg)