Ini Kata Dr.K.H. Haedar Nashir di Pesmaba UMM 2019

0
153
Dr.K.H. Haedar Nashir.
Dijual Rumah

Malang, buktipers.com – Setelah momen wisuda 2000 lebih mahasiswa Sabtu kemarin, kali ini Universitas Muhadiyah, memulai aktifitas mahasiswa barunya, dengan menggelar Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba).

Tercatatat, ada 7611 mahasiswa baru yang masuk di UMM dan berkesempatan mengikuti acara tersebut, mulai hari ini, Senin (2/9/2019).

Pembukaan kegiatan, dimulai dengan upacara dan pembuatan formasi Jas Merah Moob, di Heliad UMM yang dihadiri langsung oleh Dan Lanut Abd Saleh, yang kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum, di hall Dome UMM oleh ketua umum PP Muhamadiyah, Dr.K.H. Haedar Nashir,M.Si.

Acara terlebih dahulu dibuka oleh Rektor UMM, Fauzan yang dalam sambutanya menyatakan, “bahwa mahasiswa baru kali ini, masuk di angkatan 2019/2020. Di kampus ini, mereka akan dipersiapkan untuk meraih  masa depan mereka. Dari 7611 mahasiswa, ada 93 mahasiswa asing dari 25 negara, dan ini membuktikan, bahwa kampus menjadi bagian dari interaksi dunia dengan komitmen menjadi generasi di dunia industri 4.0.  Dengan motto kampus “Student For Today Leader For Tomorrow”, diharap para mahasiswa nantinya dapat menjawab tantangan di era global,”ungkapnya.

Sementara Prof Dr Malik Fajar menyampaikan “dari Muhamadiyah untuk bangsa,untuk membangun bangsa dan umat melalui pendidikan. Para mahasiswa saat ini dipersiapkan untuk menyambut era Indonesia Emas 2045, maka kedepan mereka harus mampu berperan dan mengisi pada era tersebut. Untuk itu, atas nama penggurus dan pembina UMM, mengucapkan selamat memasuki dunia baru, dunia kemahasiswaan,” jelasnya.

Foto suasana Pesmaba, di lapangan helipad UMM.

Disisi lain, Dr.K.H Haedar Nashir mengatakan, “ini acara rutin yang istimewa, karena tadi bisa dilihat ada 3 bendera yang berkibar di acara Pesmaba, yaitu, bendera merah putih, bendera UMM Malang dan bendera Mukhtamar Muhamadiyah. Dan tadi di hadapan 7611 mahasiswa baru, disampaikan, bahwa Muhadiyah berkomitmen untuk mendidik generasi yang berkarakter kuat, berilmu dan berkeahlian tapi juga punya peran.

Kalau tidak, kedepan mereka akan menjadi generasi yang egoistik dan individual. Maka dari itu, menanamkan nilai sosial menjadi sangat penting, “ungkapnya.

Yang selanjutnya adalah mempersiapkan mahasiswa yang berpengetahuan, dalam konteks kehidupan kebangsaan. Dengan semangat berkebangsaan dan semangat merah putih perlu tetap ditanamkan pada generasi muda, dan dengan semangat memberi bukan mengambil.

Dalam arti pembelajaran mental untuk merasa berkecukupan, ini bukan identik dengan materi namun dalam konteks, mereka mau berbagi dan mengambil peran dimanapun berada, tambahnya.

Karena untuk membangun bangsa ini dibutuhkan orang yang sudah “selesai” dengan dirinya sendiri, tegasnya.

Sementara untuk kampus sendiri, diharapkan UMM menjadi kampus semesta yang global. Karena saat ini, kita tidak bisa lagi menjadi difense atau bertahan dari era global. Maka mereka (mahasiswa,red) ini harus dipersiapkan agar tidak menjadi korban era global, namun mampu berperan serta memberi sumbangan, serta tetap adaptif. Karena mereka harus mampu menjawab tantangan kepentingan negara besar yakni, kepentinga politik, ekonomi dan budaya, pungkasnya.

 

(Hermin/red)