Ini Kata Mendikbud di Konvensi Nasional HIPIS

0
135
Mendikbud RI, Prof Dr Muhajir Efendi saat diwawancarai wartawan.
Dijual Rumah

Malang, buktipers.com – Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu- ilmu Sosial (HIPIS) menggelar kegiatan konvesi nasional, dengan menghadirkan tokoh nasional, diantaranya, Mendikbud RI, Prof Dr Muhajir Efendi dan Staf Ahli Kepresidenan sekaligus mantan Menteri Pendidikan, Prof Dr Malik Bawazir.

Kemendikbud mengatakan, bahwa organisasi HIPIS, harus bisa memberikan masukan, saran dan program kerja yang bisa mendukung program pemerintah, yang pada periode saat ini sedang memfokuskan diri pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Karena hal ini sangat bersinergi dengan penerapan ilmu sosial, katanya dalam sambutannya saat pembukaan acara, di Hall Dom Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), Rabu (7/8/2019), lalu.

.Hal senada juga disampaikan Prof Malik Fajar, namun dia mengingatkan tentang pembangunan pendidikan di daerah dan pengembangan seni budaya, sebagai landasan berdemokrasi bangsa.

Disisi lain saat di temui setelah acara pembukaan konvensi, Muhajir, kepada para awak media, menjelaskan tentang masa tugas guru PNS pensiun, yang akan diperpanjang masa baktinya.

Karena mulai dengan tahun ini, ada aturan, bahwa kepala sekolah negeri tidak boleh lagi mengangkat guru honorer, maka pemerintah membuat kebijakan untuk memperpanjang masa bakti guru ASN, yang sudah pensiun sampai adanya guru ASN baru sebagai penganti.

Hal ini dilakukan untuk menjaga profesionalisme pendidik dan pendidikan di lingkungan sekolah.

Karena apa, dari hasil tes kemarin, para guru honorer didapati dari 50 ribu peserta, ternyata hanya 30 ribu yang lolos.

Aartinya apa ? Artinya bahwa selama ini banyak para guru honorer ini yang tidak profesional pada bidangnya.

Pada hakekatnya, kami tidak ada paksaan dalam melaksanakan perpanjangan masa tugas dan anggaran untuk itu sudah disiapkan dari dana BOS, ungkap Menteri Pendidikan.

Pada dasarnya, semua ini dilakukan sesuai dengan program presiden yang pada saat ini, fokus pada pembangunan SDM. Maka kalau di dunia pendidikan, fokusnya tentu pada kualitas pendidik yang harus profesional, agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, pungkasnya.

(hermin/red)