Beranda Lintas Provinsi Ini Kiat Nyoman Kalor ‘Samson’ Kuat Panggul Motor di Pantai Sanur

Ini Kiat Nyoman Kalor ‘Samson’ Kuat Panggul Motor di Pantai Sanur

34
0
Foto: I Nyoman Kalor 'Samson' (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Loading...

Denpasar, buktipers.com  – Meski berbadan kurus, I Nyoman Kalor (46) mampu memanggul sepeda motor seorang diri dari parkiran menuju ke Pantai Sanur. Nyoman ‘samson’ mengaku tak memiliki resep khusus selain kebiasaannya menyeruput kopi di pagi hari.

“Bangun pagi jam 05.00 saya harus ngopi, nyampai ke pantai sarapan jajan, kalau nasi nggak bisa, malah sakit perut, misal pisang goreng tiga sisir, makannya jam 10.00 Wita baru makan nasi. Selesai istirahat dulu minum, baru makan. Makan dan minum tidak harus ini itu, apa yang ada,” kata Nyoman saat berbincang di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (11/9/2019).

Setiap harinya Nyoman bekerja mulai pukul 05.30 Wita hingga pukul 14.30 Wita. Dia jarang mengambil libur kecuali ada acara keagamaan yang tak bisa dia tinggal. Dia juga gesit dan lincah saat sudah memanggul barang-barang milik pelanggannya yang akan menyeberang ke Nusa Penida atau Nusa Lembongan.

Baca Juga!  Dinilai Berprestasi, Sembilan Prajurit TNI AD Terima Penghargaan

“Kalau capek ya duduk istirahat, apa maunya, duduk sejenak istirahat, belum pulih tenaga ya harus ikut sering seperti itu aja terus. Jarang pijat, paling ke istri aja, kalau orang lain saya nggak nyaman. Tapi malah lebih sering istri yang minta pijat atau ke dokter, dia malah banyak takut makan,” terangnya.

Nyoman juga mengaku tak memiliki pantangan makanan atau minuman tertentu untuk menjaga kondisinya tetap fit. Dia hanya mengikuti selera dan keinginannya.

“Nggak biasa aja, cuma apa maunya makan ya beli. Pas pulang sore nasi habis, anak-anak nanya apa yang dipikir, yang penting saya nyaman aja ada rasa asin, gurihnya, nggak anyep. Alhamdulilah tidak alergian yang penting enak,” sebutnya.

Baca Juga!  Kasdam XII/Tpr Tegaskan Ini saat Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2019

Selama bekerja, dia juga mengaku jarang sakit. Meski begitu, dia juga bisa tumbang gara-gara flu atau batuk.

“Tidak pernah sakit, seingat saya paling kalau kena hujan ya paling batuk, pilek, sambil dibeliin obat tiga hari sembuh. Meriang-meriang kasih obat 2 hari sembuh, saya jarang mau ke dokter,” terang bapak empat anak ini.

Nyoman mengaku barang-barang terberat yang pernah dibawanya adalah mesin diesel 200 pk. Jika sudah mendapat titipan mesin itu, dia memang tak pernah menolak hanya memang lebih berhati-hati saat melangkah.

“Mesin-mesin diesel, mesin boat itu kan rusak, mesin 200 pk. Memang sebulan belum tentu bawa, kadang yang alat pembetonan 125 kg yang untuk proyek. Bisa dibantu 6 orang untuk mengangkat ke punggung, belum nyampe ke perahu semua kepala sudah keluar keringat,” tuturnya sambil tertawa.

Baca Juga!  Polres Tanggamus Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Nyoman juga mengaku lebih nyaman bekerja dengan kaos dan celana pendek. Dia juga lebih suka melepas alas kakinya saat bekerja.

“Lebih nyaman, celana pendek biar nggak ganggu kerja. (Tanpa alas kaki) panas ya tetep panas, dingin tetep dingin karena sudah tidak terpikirkan, kadang ada temen saja kita nggak lihat karena fokus kerja,” cetusnya.

Nyoman menjadi portir sejak usia 14 tahun, dan baru 10 tahun belakangan ini memanggul sepeda motor. Meski anaknya sudah besar-besar, dia mengaku belum punya rencana pensiun.

“Nggak sih, cuma bos saya bilang kamu kalau anak sudah kerja kurangi kerjanya. Tapi selama saya masih bisa kerja saya kerja, kalau nggak bisa ya minta sama anak-anak itu pun kalau dia bisa ngasih,” ujar Nyoman.

 

Sumber : detik.com

Loading...