Ini Kronologi 2 Orang Pengedar Uang Palsu di Simalungun Ditangkap Polisi

0
2
Foto pelaku memegang barang bukti uang palsu di kantor Polisi.
Dijual Rumah

Simalungun, buktipers.com – Unit-II Tipidter Ekonomi Sat Reskrim Polres Simalungun berhasil mengamankan dua dari empat orang pria pelaku pencetak dan pengedar uang palsu dari Desa Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Selasa (24/5/2022) pagi lalu, pukul 10.00 WIB.

Kapolres Simalungun, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP  Rachmat Aribowo,  S.I.K., M.H, membenarkan informasi penangkapan tersebut.

“Pelaku pengedar uang palsu tersebut sudah diamankan unit Tipidter Ekonomi Sat Reskrim Polres Simalungun dari salah satu kamar kost di Desa Pematang Simalungun. Adapun inisial pelaku tersebut adalah SF (20), warga Bah Joga Utara Nagori Bah Joga, Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, dan EB (20), warga jalan Asahan, Nagori Siantar State, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun,”kata Kasat Reskrim ketika dikonfirmasi,  Jum’at (27/5/2022).

Kasat Reskrim menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap diduga pelaku pembuat dan pengedar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, berawal dari laporan panitia pasar malam, di lapangan Rambung Merah yang mendapati uang palsu dari penjualan tiket, yang terjadi pada hari Senin (23/5/2022) malam.

“Kejadian tersebut bermula pada saat salah satu penjaga stan permaian ketangkasan lempar gelang, merasa curiga terhadap uang pemberian dari EB yang sebelumnya disuruh oleh SF, ingin bermain permainan gelang dengan membeli Rp20.000; gelang (@Rp1.000) dengan menyerahkan satu lembar uang pecahan Rp 100.000; yang diduga uang palsu, dan kemudian penjaga stan tersebut melaporkan kepada penanggung jawab panitia pasar malam dengan menujukan uang palsu terdebut,”ungkap Kasat.

Selanjutnya, penanggung jawab panitia pasar malam melaporkan kejadian peredaran uang palsu tersebut ke Polsek Bangun Resor Simalungun, tambah Ari.

“Mendapati laporan tersebut, Unit Tipidter Ekonomi Sat Reskrim Polres Simalungun langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui lokasi para pelaku dan mengamankan SF dan EB, dari rumah kontrakan SF yang beralamat di Jalan Musa Sinaga, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun yang didampingi Kepala Desa, Kepala Dusun, Bhabinkamtibmas dan pemilik rumah,”jelasnya lagi.

Dari kontrakan tersebut petugas berhasil mengamankan 49 (Empat puluh sembilan) lembar uang palsu pecahan Rp. 100.000,- 3 (Tiga) lembar uang palsu pecahan Rp. 50.000,- 1 (Satu) lembar uang asli pecahan Rp. 100.000,-, 1 (Satu) lembar uang asli pecahan Rp. 50.0000,- dan 1 (satu) buah catrige warna merk hp, terangnya.

Kemudian, personil melakukan introgasi terhadap SF dan menjelaskan, bahwa uang palsu tersebut dicetak dengan cara difotocopy dengan menggunakan printer dan kertas HVS, lalu dipotong potong menggunakan gunting, dimana proses pencetakan dilakukan di rumah kontrakan SF.

Untuk menentukan tindak pidana dan menetapkan tersangka, petugas melalukan gelar perkara.

Dan dari hasil gelar perkara tersebut, SF yang dapat ditingkatkan sebagai tersangka dan EB masih dilakukan pendalaman untuk sementara masih dijadikan sebagai saksi, kata Kasat.

Pelaku dikenakan Pasal 26 yo 36 UU No.7 Tahun 2011, tentang mata uang serta ancaman hukuman maksimal penjara 15 tahun, tutup AKP Ari.

 

(rel)