Ini Reaksi Sekcam Banjar Margo yang “Menggurui” Wartawan Saat Kegiatan Sekolah Istrinya Mau Diliput

0
197
Sekcam Banjar Margo, Lean Diwanto.
Dijual Rumah

Tulang Bawang, buktipers.com – Diduga tak terima sekolahan istrinya, dikunjungi wartawan, Sekretaris Camat (Sekcam) Banjar Margo, Lean Diwanto, disinyalir mencaci maki salah satu wartawan dimensinews, Teguh Wiyono, saat menjalankan tugas peliputan, Senin (16/9/2019), lalu.

Kejadian tersebut, bermula ketika Agus Wiyono, hendak menawarkan untuk mempublikasikan (berita seremonial), tentang adanya bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019, di SDN 3 Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, yang tak lain, kepala sekolahnya adalah istri dari oknum Sekcam tersebut, bernama Martina.

“Saat saya menawarkan untuk mempublikasikan berita yang bersifat baik, di sekolahan tersebut, malah justru pak Lean menelpon saya dan saya rasa, ucapannya itu membunuh karakter dan menghalangi tugas saya, apalagi dia mencaci maki saya,” ucap Wiyono kepada awak media.

Diketahui melalui rekam suara yang dimiliki oleh Wiyono, dengan nada keras, Sekcam Banjar Margo, Lean, ‘hina’ profesi wartawan, dengan alasan harus mengikuti uji kompetensi wartawan, dan harus mempunyai sertifikat wartawan dan media harus terdaftar, di Kominfo Tulang Bawang.

“Seharusnya kamu ikut dulu UKW, lalu mendapatkan sertifikat meliput dan terdaftar di Kominfo, baru punya hak untuk meliput. Justru jika tidak terdaftar, itulah wartawan ilegal yang bisa terlibat kasus. Jadi kalau belum punya sertifikat UKW, tidak mempunyai hak untuk meliput pembangunan di Tulang Bawang. Sebab ketika kamu cari-cari malah kita nanti akan bermusuhan dan akan berakhir ke hukum. Coba cari sekolahan lain saja, jangan di kampung sendiri,” kata Lean, terhadap Wiyono yang didengar melalui rakam suara.

Sementara saat dikonfirmasi, Sekcam Banjar Margo, Lean, membantah telah menghalangi tugas dan mencacai maki wartawan.

Menurutnya, dirinya berkata demikian, hanya untuk memberi nasehat terhadap Wiyono yang merupakan tetangga satu kampung dengannya.

“Saya tidak pernah menghalangi atau mencaci, saya hanya sebatas menasehati, karena dia tetangga saya, dan saya tidak bawa nama wartawan lain atau sebuah organisasi disini. Saya tidak punya urusan dengan kalian,” cetus Sekcam Lean dengan nada tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Tulang Bawang, Tabrani, mengatakan, “tidak sepantasnya oknum Sekcam mengatakan itu, terhadap wartawan yang melakukan tugas peliputan. Jika memang dirinya hanya sebatas menasehati, tidak perlu harus membunuh karakter dan menakut – nakuti. Hal semacam ini yang perlu diluruskan, agar tak terjadi insiden yang sama di kemudian hari,” tegas Tabrani.

Lebih jauh, Ketua PWRI ini berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, agar segera memanggil oknum Sekcam yang dinilai sudah menghina profesi wartawan itu.

(Jun/Tim)