Isak Tangis Pecah Menyambut Jenazah Karyawati Bank Mandiri Syariah yang Diduga Tewas Dibunuh, Ini Penuturan Ayah Korban

0
582
Jenazah korban saat disemayamkan di rumah duka. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Setelah selesai semuan urusan di RSUD Pandan, jenazah Santi Defi Malau, karyawati Bank Mandiri Syariah, langsung dibawa pihak keluarga ke kediaman orangtuanya, di Lingkungan II, Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Jumat (14/6/2019) sore.

Dan pada saat kedatangan jenazah korban, isak tangis dari para kerabat dan keluarga yang telah menunggu di rumah duka, langsung pecah.

Diperoleh informasi, Santi Malau adalah putri dari pasangan Maslan Malau dan Murniati Lubis. Gadis manis berjilbab berusia 25 tahun ini, ditemukan tewas dengan tak wajar, di kamar mandi kos-kosan Simpang Aek Tolang, Kecamatan Pandan.

Orangtua korban, Maslan Malau mengatakan, kalau korban merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Kesehariannya, korban merupakan pegawai Bank Mandiri Syariah di kota Pandan yang bertugas sebagai Customer Service.

“Orangnya ramah, dan setahu kami korban gak ada musuhnya,” kata Maslan saat berada di RSUD Pandan.

Santi Sempat Meminta Ibunya untuk Menggosok Baju

Dikatakan Maslan, sebelum ditemukan meninggal dunia, tak ada firasat buruk apapun bagi keluarga yang ditinggalkan.

Foto korban semasa hidupnya.

“Sempat dia (korban) meminta ibunya untuk menggosok baju yang mau dipakainya menghadiri pesta pernikahan temannya, di Padangsidimpuan hari Minggu (16/6/2019) besok, hanya itu saja, nggak ada firasat buruk apapun,” ungkap Maslan.

Sebelum Kejadian, Korban masih Menghadiri acara Halal Bihalal

Maslan juga menuturkan, sebelum ditemukan tewas, korban juga sempat menghadiri acara halal bihalal bersama dengan rekan kerjanya, Kamis (13/6/2019) malam.

“Jam 8 Kamis malam, Santi pulang ke tempat kosnya. Dan malam itu, anak saya juga meminta salah satu temannya untuk menemani dia di kamar kos, tapi temannya itu gak jadi menemani korban tidur malam itu,” tuturnya.

Santi Tinggalkan Kenangan

Ditambahkan Maslan, sebelum ditemukan, beberapa teman korban yang menghuni di kamar kos tersebut sudah empat hari pulang ke Padangsidimpuan untuk persiapan pesta.

“Waktu bulan puasa itu, diajaknya kami (keluarga) buka puasa di Kalangan, dan masih dikasihnya lagi sama ku kenang-kenangan sebuah jam dan kemeja,” kenang Maslan dengan mata berlinang.

 

(Job Purba)