Istri Penjual Rujak Tak Terima Pembunuh Suaminya Divonis 12 Tahun

0
232
Endang (jilbab) istri korban saat diwawancarai wartawan usai sidang vonis, Senin (22/4/2019). Tribun Medan/Tommy Simatupang
Dijual Rumah

Buktipers.com – Siantar (Sumut)

Endang, istri dari Dedy Wahyono yang dibunuh terdakwa Abdul Gafur tidak terima dengan keputusan hakim yang menjatuhkan vonis 12 tahun penjara terhadap pelaku.

“Saya tidak terima dengan vonis hakim. Terdakwa harus dihukum seumur hidup. Saya kehilangan suami saya. Sekarang saya harus menanggung sendiri dua anak saya,”katany seraya menangis didampingi keluarganya di Pengadilan Negeri Siantar, Senin (22/4/2019).

Endang menceritakan sejak sidang tuntutan, pihak keluarga sudah menolak dengan tuntutan 12 tahun 6 bulan penjara. Bahkan, pihak keluarga pernah melakukan pemukulan terhadap terdakwa.

“Saya mau terdakwa itu dihukum seberat-beratnya. Apa salah suami saya kok dibunuh begitu?”ujarnya dengan menangis.

Terdakwa Abdul Gafur telah divonis majelis hakim selama 12 tahun penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Senin (22/4/2019) sekira pukul 14.00 Wib.

Terdakwa yang menggunakan kaca mata dan rompi berwarna merah, tampak terlihat duduk di kursi pesakitan PN Siantar tanpa didampingi kuasa hukumnya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abdul Gafur selama 12 tahun penjara, dengan perintah agar terdakwa tetap dihukum,” ungkap ketua Majelis hakim Danar Dono ketika membaca vonis terhadap terdakwa.

Majelis hakim juga menyatakan, bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melanggar Pasal 338 KUHPidana.

Setelah majelis hakim selesai membacakan vonis tersebut, terdakwa Abdul Gafur hanya bisa tertunduk lemas dan dengan perlahan lahan dirinya meminta kepada majelis hakim agar memberinya waktu selama tujuh hari untuk pikir-pikir.

Dedy menikam dada terhadap korban di Jalan Vihara, Kecamatan Siantar Selatan, di depan rumahnya, November 2018. Sebelum penikaman itu, keduanya dikabarkan cekcok.

Abdul Gafur menikam dada kiri korban yang sehari-hari berjualan rujak, tepat di bagian jantung. Sehingga tidak lama kemudian, korban meninggal dunia.

Setelah menikam korban, AG melarikan diri sambil membawa pisau yang digunakannya. Polisi berhasil mengamankan pria 43 tahun itu di Medan.

Sumber : tribunnews.com