Isu Penculikan Anak yang Beredar di Media Sosial Hoax ! Ini Penjelasan Polres Kapuas Hulu

0
580
Ilustrasi. (Net)
Dijual Rumah

Kapuas Hulu, buktipers.com – Warga Kecamatan Putussibau Selatan, dihebohkan dengan beredarnya isu penculikan anak yang terjadi di Kedamin yang dikabarkan anak sekolah dasar yang nyaris menjadi korban penculikan.

Terkait isu penculikan anak yang marak beredar di media sosial (Medsos) tersebut, membuat warga Putussibau dan sekitarnya, menjadi resah bukan main.

Menanggapi hal itu, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi, melalui Kapolsek Putussibau Selatan, Ipda Cahya Purnawan menyatakan “Isu itu hoax, tidak ada laporan pengaduan ke polisi. Sejumlah warga datang hanya menyampaikan informasi, mencurigai seseorang pelaku penculikan anak, “kata Cahya, kepada wartawan Sabtu, (22/2/2020).

Dikatakannya, isu penculikan anak atau penyamun, selalu muncul menjelang Pemilu atau Pilkada.

Hal tersebut perlu disikapi dengan bijaksana, jangan sampai masyarakat terpancing dan saling mencurigai, pesannya.

“Jangan sampai masyarakat terpancing dan saling mencurigai sikapi dengan bijak dan bijaksana,”tambahnya.

Menurutnya, akibatnya akan fatal, apabila timbul keresahan atau saling mencurigai berlebihan, dan dapat menimbulkan kemarahan hingga main hakim sendiri.

“Kita sebagai orang tua sama – sama mengawasi anak – anak kita, bila menemukan ada yang mencurigakan, hubungi pihak berwajib, serta Jangan main hakim sendiri,”ujarnya lagi.

Selain itu, AKBP Wedy Mahadi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk bijak dalam menggunakan media sosial, sebelum membagikan (share) informasi dan sebaiknya cari tahu dulu kebenarannya.

Ditegaskan Wedy, masyarakat jangan mau termakan hoax. Meski pun demikian, kita sebagai orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak – anak kita, katanya.

Begitu juga dengan isu penculikan anak, kata Wedy, alangkah lebih baik saling mengingatkan, saling memberikan pemahaman agar masyarakat tidak terjebak hoax.

(Bayu)