Iwan Bunga Pengungsi Banjir di Sergai Tewas Mengenaskan Tergilas Truk

0
536
Foto korban di lokasi kejadian.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Seorang pengungsi korban banjir, Irmansyah alias Iwan Bunga (40), warga Dusun I Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah (samping kantor JNE Sei Rampah), tewas mengenaskan, ketika pulang sholat Isya malam,  di depan Mesjid Taqwa Pekan Sei Rampah, Sabtu (20/11/2021), sekitar pukul  20.10 WIB.

Selama hampir sebulan ini, korban yang berstatus jomblo dan ikut orang tuanya mengungsi untuk tidur dan makan, di komplek Mesjid Taqwa yang dijadikan posko, karena rumahnya terendam air setinggi 60 cm.

Menurut sumber dari jemaah dan pengungsi yang berada di Mesjid Taqwa, kalau korban baru siap Sholat Isya, dan diduga berniat mau memulangkan sepeda motor Honda Beat nopol BK 6278 XAL warna merah.

Saat keluar atau meluncur keluar kompleks Mesjid yang jalannya menurun, tak disangka-sangka datang truk trailer (gandeng) merk Fuso nopol BK 8894 CQ yang  membawa tangki bermuatan dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.

Foto truk yang terlibat kecelakaan.

Akibatnya, Honda Beat yang dikendarai korban, langsung menyeruduk bagian samping kiri belakang dan korban masuk ke kolong truk trailer yang sarat dengan muatan didalam tangkinya.

Tergilas ban ganda dari trailer, bagian perut pecah dan usus terburai. Sementara bagian kepala juga mengalami luka yang cukup parah, dan korban tewas di TKP. Sedangkan Honda Beat yang dikendarai korban ringsek bagian depan.

Melihat kejadian tersebut, sopir truk trailer yang bernama Ramlan Silaban (53), warga Simpang Kantor Kecamatan Medan Belawan, langsung tancap gas arah ke Medan.

Sontak, warga yang lagi ramai karena malam Minggu, mencoba mengejar truk trailer tersebut. Ketika dicoba untuk menyetopnya, sopir berdalih, kalau dia mau ke kantor Polisi menyerahkan diri, dan akhirnya yang mengejar truk langsung menggiring ke Polres Sergai.

Foto sepeda motor milik korban.

Personil Unit Laka Polres Sergai yang tiba di lokasi, kemudian membawa korban ke RSUD Sultan Sulaiman untuk divisum, sedangkan sepeda motor  dan truk trailer berikut sopirnya diamankan di Sat Lantas Polres Sergai.

Sopir truk trailer, ketika ditanyai wartawan lagi duduk di kantin mengatakan, “saya dari Tebing mau ke Belawan untuk bongkar muatan, katanya korban nggak pandai naik kereta dan gugup waktu truk dekat sama dia. Aku takut dipukul massa, makanya aku lari kesini,” dalihnya membela diri.

Hingga berita ini dikirim, tidak ada pejabat Lalu Lintas yang bisa dikonfirmasi kepada wartawan, sedangkan personel piket tidak ada yang bersedia memberikan keterangan.

 

(ML.hrp)