Jadi Bandar Arisan Online Bodong, Ibu Rumah Tangga Ini Raup Setengah Miliar Rupiah

0
2
Tersangka penipuan arisan online bodong saat digelandang di Kantor Kejari Pati. (iNews/Atha Suharto)
Dijual Rumah

Pati, buktipers.com –  Widyastuti, seorang ibu rumah tangga harus berurusan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati.

Kejari menangkap warga Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti itu karena menjadi bandar arisan online bodong.

Dalam melancarkan aksinya, tersangka menghimpun ratusan anggota dengan kerugian hingga lebih dari setengah miliar rupiah.

Aksi penipuan yang dilakukan oleh Sri sudah terendus sejak setahun lalu. Memanfaatkan media sosial, tersangka mengajak lebih dari 50 orang yang rata-rata merupakan ibu rumah tangga.

Untuk mengikuti arisan yang dia kelola, ada dua jenis arisan yang dikelola yakni arisan yang dikocok biasa dan jual beli arisan.

Satu kasus yang sudah berjalan yakni jual beli arisan, dimana anggota diharuskan menyetor sejumlah uang dan diimingi-imingi akan mendapatkan keuntungan antara 20 hingga 50 persen pada tiga bulan kemudian.

Sementara arisan online yang dikocok, saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Yang kami tahan ini baru perkara jual beli arisan. Sedangkan untuk arisan online untuk sementara masih diproses di kepolisian. Jadi yang sekarang kami tangani ini, tersangka Widya ini hanya sebatas penjualan arisan,” kata Kasi Pidum Kejari Pati, Firman Wahyu, Jumat (16/4/2021).

“Harapan kami dari kejaksaan ke depan ini supaya tidak ada pelaku arisan online yang selanjutnya. Supaya ada unsur efek jera, kami lakukan penahanan (tersangka),” katanya.

Beberapa korban arisan online, yang merasa dirugikan oleh Sri Widyastuti tampak hadir di Kejari Pati. Mereka berharap satu kasus lain yang tengah dijalani yakni penipuan arisan online reguler yang dijalankan oleh Widya juga segera diproses.

Karena kasus penipuan ini menyangkut ratusan anggota dengan kerugian yang lebih besar.

“Ya semoga (tersangka) mendapat hukuman yang setimpal. Karena kerugian ditaksir hampir Rp500 juta. Modusnya jual beli arisan. Misal dia jual Rp8 juta, nanti dapatnya Rp10 juta,” kata Sukmawati, korban arisan online.

Saat ini, Widya telah ditahan di Lapas Kelas II B Pati. Dia dijerat dengan Pasal 378 jonto 64 KUHP tentang penipuan berkelanjutan/ dengan ancaman 5 tahun penjara.

 

Sumber : iNews.id