Jadi Bandar Narkotika, Pasutri Asal Menggala Ditangkap Polisi

0
181
Kedua tersangka tampak tertunduk.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tulang  Bawang (Lampung)

Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tulang Bawang, berhasil menangkap pria, berinisial DO (25) dan wanita berinisial AI (29), yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri), pelaku penyalahguna narkotika.

Kapolres Tulang Bawang, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH melalui Kasat Narkoba, Iptu Boby Yulfia, SH, MH mengatakan, para pelaku ditangkap pada hari Senin (22/7/2019), sekira pukul 16.00 WIB, saat sedang berada di rumahnya.

“DO dan AI yang sama-sama berprofesi karyawan honorer,  warga Jalan Muaro Batang, Kibang, Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Iptu Boby, Kamis (25/7/2019).

Penangkapan terhadap para pelaku, berdasarkan informasi dari warga yang mengatakan, bahwa rumah yang ditempati para pelaku, sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka.

Berbekal informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya. Setelah dipastikan para pelaku sedang berada di rumah, petugas langsung melakukan penggerbekan dan penggeledahan di rumah tersebut.

Disana, petugas berhasil menemukan dan menyita barang bukti, berupa 11 bungkus plastik klip bening yang berisi narkotika jenis sabu seberat 23,63 gram, timbangan elektrik warna hitam merk constant, plastik klip besar, plastik klip sedang, plastik klip yang berisi beberapa buah plastik klip kecil, kantong kain warna merah, HP (handphone) merk Samsung warna biru tua, HP merk Nexcom warna putih dan sepasang sepatu warna biru.

Kemudian, para pelaku berikut baranh bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara, langsung dibawa ke Mapolres Tulang Bawang.

Saat ini para pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif, di Mapolres Tulang Bawang dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 2 Sub Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp. 13,3 Miliar, tegas Iptu Boby Yulfia.

 

(jun/nang)