Jadi Tersangka Gratifikasi, Kabag Hukum Pemko Batam Ditahan di Rutan Tanjung Pinang

0
15
Kabag Hukum Pemko Batam HM ditahan di Rutan Tanjung Pinang terkait kasus dugaan gratifikasi proyek. (Foto: iNews/Fadli pelka)

Batam, buktipers.com – Kabag Hukum Pemko Batam, HM ditahan di rumah tahanan (Rutan) Tipikor Tanjung Pinang setelah ditetapkan tersangka kasus dugaan gratifikasi oleh penyidik Kejari Batam, Selasa (15/9/2020). Sebelum ditetapkan tersangka, HM datang ke Kejari Batam didampingi kuasa hukumnya.

Setelah diperiksa selama satu jam, penyidik menetapkan HM sebagai tersangka berdasarkan keterangan para saksi dan bukti-bukti.

Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi mengatakan, peningkatan status HM dari saksi menjadi tersangka berdasarkan dua alat bukti, yakni keterangan saksi dan terdakwa selama pemeriksaan.

Para saksi yang telah dipanggil penyidik, di antaranya Kabag Hukum Pemko Batam, Hari Murti, Camat Batam Kota, Aditya Guntur, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herman Rozie.

“Total gratifikasi yang diterima tersangka sebesar Rp685 Juta dari seorang pengusaha di Batam. Gratifikasi itu diterima dalam tiga tahap untuk mendapatkan proyek di Pemko Batam,” ungkapnya.

Kejari juga telah menyita mobil milik Camat Batam Kota yang diduga ikut terkait dalam perkara itu dengan menjadi fasilitas terjadinya tindak pidana tersebut.

“Sesuai Pasal 1, ancaman di atas 5 tahun, maka yang bersangkutan kami tahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabag Hukum Pemko Batam, Kepulauan Riau (Kepri), inisial SHM diperiksa di Kantor Kejari Batam, Jumat, 10 Juli 2020 lalu. Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi dari beberapa pengusaha.

Pemeriksaan ini dilakukan setelah adanya dugaan penerimaan gratifikasi atau suap dari pengusaha untuk meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Pemko Batam.

 

Sumber : iNews.id