Beranda Sumut Jalan Lintas Berastagi-Kabanjahe Terendam Banjir, Puluhan Motor Mogok

Jalan Lintas Berastagi-Kabanjahe Terendam Banjir, Puluhan Motor Mogok

183
0
Banjir di Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Berastagi, Rabu (15/5/2019). (Tribun Medan/Muhammad Nasrul)
Loading...

Buktipers.com – Medan

Setelah diguyur hujan kurang lebih selama dua jam, Jalan Lintas penghubung antar Kecamatan Berastagi menuju Kecamatan Kabanjahe, tepatnya di Desa Raya, kembali terendam banjir, Rabu (15/5/2019). Kondisi ini, acap kali terlihat jika hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur wilayah tersebut.

Banjir ini diduga diakibatkan karena saluran drainase di kedua sisi jalan tidak berfungsi dengan baik. Ketinggian air yang menggenangi jalan lintas antar provinsi itu sekitar 10 hingga 50 centimeter.

Akibatnya banyak kendaraan yang mogok karena tidak mampu melewati genangan air tersebut. Tak hanya kendaraan roda dua, bahkan terlihat juga beberapa angkutan umum yang mogok di tengah jalan.

Baca Juga!  4 Warga Ditangkap karena Aniaya Polisi, Ribut Urusan Jual-Beli Lembu

Seorang pengendara sepeda motor, Fringadiman Pandiangan, mengaku kendaraannya mogok setelah dipaksakan melintas. Dirinya menyebutkan, kondisi banjir di kawasan ini sudah sering terjadi setiap hujan deras turun.

“Sudah sering banjir di sini kalau hujan, biasanya kalau lewat enggak sampai mogok gini, ini lebih tinggi dari biasanya. Ini terpaksa turunlah dari kendaraan, masih panjang pula ini perjalanan,” ujar Pandiangan.

Pria yang tinggal di Berastagi ini mengaku, kondisi ini sangat mengganggu para pengguna jalan yang melintas.

Dirinya berharap, agar pihak terkait segera mencarikan solusi untuk permasalahan ini. Karena, seperi diketahui ruas jalan tersebut juga sebagai penghubung antar kabupaten bahkan provinsi.

“Kalau bisa cepatlah solusinya, soalnya banyak yang terganggu karena banjir ini, mau aktivitaspun payah. Udah gitu ini bukan cuma orang Kabupaten Karo aja yang make jalannya, jadi kita berharap cepat beres lah ini,” katanya.

Baca Juga!  PLTA Sipan Sihaporas Sebut Luapan Sungai Sibuluan Faktor Alam

Keadaan ini, diketahui sudah dialami masyarakat sekitar selama belasan tahun. Warga Desa Raya Perlaban Sembiring mengungkapkan, mulai setiap tahunnya mulai dari bulan September kawasan tersebut pasti terendam banjir.

“Pokoknya setiap musim hujan pasti banjir di sini, sudah bertahun-tahun seperti ini. Bahkan dulu pernah sampai satu setengah meter banjirnya,” ungkapnya.

Perlaban menyebutkan, selain disebabkan hujan yang cukup deras, keadaan saluran air yang buruk juga menjadi faktor utama terjadinya banjir. Dirinya mengatakan, setiap adanya pembangunan jalan tidak lantas disertai dengan pengadaan saluran air yang memadai.

“Ini gara-garanya saluran air yang di tekongan Takasima bumpat, jadi air enggak bisa ngalir. Itu sudah lama tidak diperbaiki, makanya di sini saja yang kena airnya,” pungkasnya.

Baca Juga!  3 Pejabat Administrator dan 26 Pejabat Pengawas Sergai Dilantik

Sumber : tribunnews.com

 

 

 

Loading...