Jalan Setapak yang Didanai DD Ditutup Pagar, Ini Alasan Pemilik Tanah

0
319
Pagar yang berdiri hingga menutup jalan setapak.(foto/jangcik)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tanjabbar (Jambi)

Setiap manusia, pasti sangat kesal ketika perjanjian yang telah disepakati akhirnya dilanggar. Sepertinya, permasalahan perjanjian ini, diduga sebagai penyebap jalan setapak yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD), ditutup pagar oleh pihak yang mengaku pemiliknya.

Kejadian penutupan jalan dengan cara membangun pagar itu, terjadi di Desa Merlung, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi.

Satu jalan setapak, yang dibangun dengan rabat beton di desa itu, mendadak ditutup pagar oleh seorang warga yang mengaku sebagai pemilik tanah.

Panyebapnya pun terbetik, diduga hanya karena ada perjanjian yang sebelumnya telah disepakti, kemudian dilanggar oleh pihak pengelola proyek dana desa itu.

Akibat jalan itu dipagar hingga kemudian tak bisa dilalui, tentu berdampak terjadinya gangguan bagi pengguna jasa jalan, tidak bisa lagi dilintasi kenderan bermotor, terutama gangguan bidang pendidikan, sepeti anak-anak sekolah Taman Kanak-kanak (TK) yang setiap hari tadinya melalui jalan itu, mau-tak mau perpaksa mencari jalan lain.

Tidak hanya itu, jalan sepanjang ratusan meter yang ditutup itu, berpotensi menimbuilkan keruhian negara, karena dana pembangunannya dialokasikan dari DD mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah ditelusuri Buktipers.co. dan aktivis dari LSM Tipikor apa penyebap jalan itu ditutup pagar oleh seorang warga, sedikit terkuat penyebapnya.

Seperti diakui seorang warga yang disebut sebagai pihak sipenutup jalan. Warga yang tak mau namanya ditulis itu mengatakan kepada wartawan media ini, mengatakan sebagai berikut;

“Jika memang itu diperuntukan untuk masyarakat banyak tidak jadi problem bagi keluarga saya, tapi yang sangat menyangkal dibenak kami, itu ada lagi jalan lain untuk jalan pribadi,” ungkapnya.

Lanjut dia lagi, kalau Kepala Desa mau berurusan, maka berurusan sama dia. “Kalau mau berurusan, berurusan dengan saya, dan jangan sama abang saya, karena yang bikin pagar itu kemarin saya,” tegasnya dengan nada kesal sembari menambahkan, bahwa abangnya tidak mau berurusan dengan hal seperti itu.

Jalan setapak itu dulu, ujarnya lebih lanjut, sudah mereka hibahkan kepada Pemerintah seluas 1,5 meter untuk kepentingan umum, tapi sekarang tanpa sepengatahuannya, kata dia malah ditambah lagi 1,5 meter oleh Kepala Desa.

Penambahan luasan jalan itu, ungkap dia, diduga dilakukan Kepala Desa tanpa sepengetahuannya, dan sekarang luas tanah menjadi 3 meter.

Untuk mengetahui kebenaran pengakuan warga itu, Kepala Desa Merlung, Jondri Robi coba dikonfirmasi media ini bersama DPW Provinsi Jambi, serta LP – Tipikor Nusantara.

Tapi, upaya konfirmasi tidak berhasil, dan pihak yang coba dikonfirmasi sepertinya enggan untuk dijumpai.

Sementara itu, Zulkarnain SPd selaku Camat Merlung saat coba dikonfirmasi di kantornya, Kamis (7/2/2019) lalu, tidak berhasil ditemui. Dan hingga berita ini naik tayang, pejabat pemerintahan desa dan kecamtan ityu belum berhasil dikonfirmasi. (Jangcik SA)

 

Editor: Maris