Jam’iyah Batak Muslim Indonesia : Perancis Melanggar Hak Azasi Ummat dan Hancurkan Peradaban Demokrasi Dunia

0
56
Foto DPP JBMI menggelar FGD dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H.
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI), mengecam keras tindakan pelanggaran hak azasi ummat oleh majalah Charlie Hebdo, Perancis. JBMI menilai Perancis telah menghancurkan nilai-nilai peradaban demokrasi dunia.

“Keberhasilan perjuangan masyarakat dunia dalam Revolusi Perancis telah dirusak oleh majalah satire Perancis, Charlie Hebdo, yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW, menjadi sebuah pelanggaran terhadap Freedom of nation dan freedom of religious yang dilindungi United Nations, “tulis JBMI dalam siaran pers yang diterima oleh media buktipers.com, Jakarta, Rabu (4/11/2020).

“Freedom of nation dan freedom of religious sebagai tujuan perjuangan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul yang terkandung dalam Human Rights merupakan dasar yang fundamental dan absolut. Perjuangan rakyat Tapanuli yang dipimpin oleh Tuan Syekh Ibrahim Sitompul, hampir sama dengan perjuangan masyarakat Perancis melawan pemerintahan monarchy yang ditandai dengan Revolusi Perancis (1789-1799),” tulis H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP.

Ketua Umum DPP JBMI, H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP,  menegaskan, JBMI akan menulis surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk memohon agar membawa pelanggaran majalah satire Perancis, Charlie Hebdo ke Mahkamah Internasional untuk menutup majalah tersebut.

Hari ini, DPP Jam’iyah Batak Muslim Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pelanggaran Hak Azasi Ummat, Majalah Charlie Hebdo (Perancis) & Hancurnya Peradadan Demokrasi Dunia.”

FGD diselenggarakan di Sekretariat DPP JBMI, Jl. Duyung III No.11A Rawamangun, Jakarta Timur, menghadirkan Pembicara Dr. Zulham S.HI. M.Hum (Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UINSU Medan), Muhammad Joni, SH, MH (Praktisi Hukum/Ketua Masyarakat Konstitusi Indonesia), Hasriwal AS Hasibuan (Jurnalis Senior Waspada), Hazairin Pohan (Mantan Dubes Polandia), dan moderator H. Albiner Sitompul S.IP, M.AP.

 

(Dani Hotron Tampubolon)