Jaringan Narkoba Internasional Makin Menggila, 7 Kg Sabu Kembali Digagalkan Polda Metro di Tanjungbalai

0
282
Polda Metro Jaya dan Polres Tanjungbalai gagalkan penyeludupan 7 kg sabu.(foto/gani)
Dijual Rumah

Buktipers.com-Tanjungbalai (Sumut)

Setelah menggagalkan 15 kg sabu pekan lalu, kali ini Polda Metro Jaya bersama Satres Narkoba Polres Tanjungbalai, Sabtu (21/12/2018) kembali menggagalkan penyeludupan 7 kg narkoba jenis sabu berikut mengamankan 4 orang terduga pengedar.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, melalui konferensi pers, Minggu (23/12/2018) mengungkapkan, barang haram asal Malaysia tersebut diseludupkan dengan melewati jalur perairan Sungai Asahan.

Hasil interogasi pihak kepolisian, salah satu tersangka bernama Is alias Baek alias Iyek (41), penduduk Jalan Sehat, Lingkungan III, Keluarahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara, mengatakan,  sabu seberat 7 kilogram tersebut diambil dari tengah laut menggunakan boat miliknya.

“Saat dilakukan penggeledahan, dari dalam boat milik tersangka itu ditemukan juga bong. Namun, setelah dilakukan tes urine terhadap tersangka ini, hasilnya negatif,” lanjut AKBP Irfan Rifai.

Sementara itu, tersangka JF alias Jefri (25), imbuh AKBP Irfan Rifai, bukan pertama kali ini menjadi ‘tukang pikul’ alias penjemput sabu.

Jefri mengaku sudah tiga kali beraksi dengan rincian, pertama 1 kilogram, kedua 2 kilogram dan yang terakhir 7 kilogram hingga tertangkap.

“Yang pertama saya terima uang Rp10 juta untuk 1 kilogram sabu, yang kedua menerima uang sebesar Rp15 juta untuk 2 kilogram sabu, dan yang ketiga ini dijanjikan akan menerima uang sebesar Rp50 juta untuk 7 kilogram sabu,” kata Jefri di hadapan awak media.

Hal senada juga dikatakan Is alias Baek alias Iyek (41), menurutnya dia melangsir sabu-sabu dari tengah laut sudah sebanyak tigakali.

“Saya juga pernah menerima uang sebanyak Rp20 juta dari Mando dengan cara ditransfer,” jelas Iyek.

Terkait mata rantai penyeledupan narkotika jenis sabu tersebut, AKBP Irfan Rifai mengatakan, para penyelundup memasok sabu menggunakan sistem tiga segi atau piramid.

“Dari Mando yang ada di Malaysia, kemudian menyambung ke Jepri dan Baek alias Iyek,” pungkasnya. (Gani/Fauzi)

 

Editor : Maris