Jaringan Pengedar Sabu di Labusel Ditangkap Polisi

0
2
Ketiga tersangka saat diamankan di Mapolres Labuhanbatu. (Foto: istimewa)
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap jaringan pengedar nakoba di Labuhanbatu Selatan (Labusel). Polisi mengamankan tiga orang tersangka yakni EPS alias Tonggek (30), IA (44), dan PFS (18).

Kapolres Labuhan Batu, AKBP Deni Kurniawan mengatakan penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu mulai Kampung Rakyat, Kota Pinang, Silangkitang, Sei Kanan dan Torgamba. Mendapatkan laporan, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan satu orang tersangka yakni IA.

“IA diamankan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Lintas Sumatera, Desa Aek Batu, Torgamba Labusel. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti satu bungkus plastik klip berisi sabu seberat 5,43 gram, satu kotak rokok, satu unit handphone, satu sekop sabu dan satu bong,” kata Deni, Senin (19/10/2020).

Kepada petugas, IA mengaku barang tersebut merupakan milik dari EPS dan mengamankannya. Petugas kemudian menggeledah sebuha gubuk yang dijadikan penyeimpanan sabu. Dari lokasi tersebut, ditemukan satu buah kaca pirex berisi sabut seberat 1,61 gram.

Petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah tersangka EPS di Dusun Asahan Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba. Saat menggeledah rumah tersangka EPS, adik pelaku berinisial PFS mengancam petugas dengan menggunakan samurai.

“Tersangka PFS sempat kabur akan diamankan karena menghalangi petugas. Namun, tersangka berhasil diamankan saat bersembunyi di rumah mertuanya di Dusun Sigambal 2 Torgamba.

Saat diperiksa petugas, EPS mengaku sudah menjalankan bisnis narkoba selama lima tahun. Setiap hari, EPS mampu menjual 5 gram dengan keuntungan Rp1 juta. Akibat perbuatannya, tersangka EPS dan IA dijerat dengan pasal 114 Subsider Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Sedangkan PFS dijerat dengan pasal 335 Ayat 2 subsider 212 KUHPidana dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara,” ucapnya.

 

Sumber : iNews.id