Beranda Lintas Provinsi Jawaban Manager PLN UP3 Ketapang Diduga Plin-plan Terkait SJM

Jawaban Manager PLN UP3 Ketapang Diduga Plin-plan Terkait SJM

327
0
Foto wawancara awak media online Buktipers.com dengan Manager PLN UP3 Ketapang, Wilfrid Siregar, di ruang kerjanya.

Ketapang, buktipers.com – Status kelistrikan Ketapang (Kota Ketapang) yang semula berstatus siaga, kini menjadi status normal, dengan sudah masuknya daya listrik dari Tembilok sebesar 12 Mw (Mega Watt) atau 12.000 Kw (Kilo Watt).

Saat dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Kamis (16/1/2020), Manager PLN UP3 Ketapang, Wilfrid Siregar mengatakan, sekarang Tembilok sudah masuk kedalam sistem dengan daya suplay sekitar 12 Mw atau 12.000 Kw.

“Sekarang Tembilok sudah masuk Kedalam sistem kita dengan daya suplay listrik sebesar 12 Mw atau 12.000 Kw. Dengan masuknya Tembilok kedalam sistem status kelistrikan Ketapang menjadi surplus sebesar 19 Mw atau 19.000 Kw yang mana pada awalnya status listrik di Ketapang dalam status siaga, sekarang sudah status normal, “ujarnya.

Baca Juga!  Mayat Bayi Ditemukan di Sawah, Sempat Tergilas Mesin Pembajak

Namun dalam hal ini, kami tidak bisa menjanjikan zero pemadaman, karena apabila ada gangguan eksternal atau pemeliharan seperti pemangkasan pohon, gangguan hewan yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan atau gangguan-ganguan lainnya, katanya lagi.

Disamping itu, saat ditanya terkait SJM (Suka Jaya Makmur) /Alas Kusuma, dirinya mengatakan, bahwa SJM dalam keadaan kerusakan mesin.

“Status SJM sekarang dalam kerusakan mesin,”katanya singkat.

Namun pada saat ditanya terkait SJM, apakah mengalami kerusakan mesin atau terkendala masalah harga yang belum cocok ? Dirinya justru mengatakan masalah harga, sembari menunjukkan chat whatsapp-nya dengan Jhonatan, selaku GM (General Manager).

Dan terkait masalah harga, dia mengaku bukan wewenangnya untuk menjawab.

Baca Juga!  Detik-detik Maman Luka Parah Dibacok Istrinya Pakai Kapak

“Ya terkait harga ini, chat whatsapp saya dengan GM SJM, namun terkait harga bukan wewenang saya untuk menjawab, melainkan wilayah atau Dirjen Kelistrikan Pusat. Karena kami hanya bagian pelayanan, “tutupnya.

(AGS)

Loading...