Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu Selektif Tentang Hewan Kurban

0
127
Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, melakukan sosialisasi tentang hewan kurban kepada pengurus masjid dan panitia kurban, belum lama ini. (Foto/Bayu)
Dijual Rumah

Kapuas Hulu, buktipers.com – Menjelang hari Raya Idul Adha yang akan dilaksanakan sebentar lagi, tentunya akan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Maka dari itu, pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, belum lama ini, melakukan sosialisasi tentang hewan kurban kepada pengurus masjid dan panitia kurban.

Tujuannya agar panitia maupun pengurus masjid dapat lebih teliti dalam menerima hewan kurban, baik itu sapi maupun kambing.

“30 Juli 2019 kemarin, menggelar sosialisasi tentang hewan kurban. Kita memberikan informasi kepada panitia maupun pengurus masjid yang ada di Kecamatan Putussibau Utara dan Selatan, berkaitan hewan yang layak untuk dijadikan kurban,” kata Maryatiningsih, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu,  Kamis (8/8/2019).

Perempuan yang akrab disapa Ningsih ini, mengatakan, selama ini pihaknya masih menemukan hewan yang tidak layak untuk dijadikan kurban, mulai dari belum cukup umur, sakit dan lainnya.

“Selama ini juga, para panitia maupun pengurus masjid, masih banyak belum paham hewan yang layak dijadikan kurban. Namun, setelah kita berikan sosialiasi seperti kemarin, mereka mulai menyadari,” jelasnya.

Lanjut Ningsih, tak hanya melakukan sosialisasi hewan kurban, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan di tempat pelaku usaha penampungan kambing, pada tanggal 5 Agustus kemarin.

“Kami juga masih menemukan hewan yang tidak layak jadi kurban, seperti tidak cukup umur, sakit, dan lainnya,” tuturnya.

Lanjutnya, menjelang hari raya Idul Adha, yakni pada tanggal 9-11 Agustus nanti, pihaknya akan melakukan pendataan dan pemeriksaan antimortem dan postmortem hewan kurban.

“Nantinya hewan yang layak jadi kurban akan diberikan tanda biru dan kurang layak kita beri tanda pengenal kuning sementara hewan yang tidak layak jadi kurban, kita beri tanda pengenal merah,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Ningsih, pihaknya belum bisa memprediksi, apakah jumlah hewan kurban baik itu sapu maupun kambing jumlahnya meningkat, seperti tahun 2018.

“Tahun lalu, kambing yang dijadikan hewan kurban 108 ekor dan sapi 252 ekor. Untuk tahun ini, kami belum bisa memastikan jumlah meningkat atau tidak, mengingat sekarang ada aturan untuk Sapi betina produktif dilarang untuk dipotong,” pungkasnya.

(Bayu)