Jelang Lebaran, 600-an Pekerja Perkebunan Sawit PT KAP Dirumahkan

0
353
Buruh perkebunan sawit PT. Kalimantan Agro Pusaka, yang terdiri dari 3 estate, di wilayah Kecamatan Teluk Batang dan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, dirumahkan. (foto/my)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Kayong Utara (Kalbar)

Sekitar 600-an buruh perkebunan sawit PT. Kalimantan Agro Pusaka, yang terdiri dari 3 estate, di wilayah Kecamatan Teluk Batang dan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, dirumahkan.

Disampaikan Verry Liem, Ketua Konsolidasi DPD SBPP Kalbar, selaku pendamping kaum buruh, pemecatan atau PHK kaum buruh ini sangat disayangkannya, apalagi keputusan perusahaan, tanpa ada berkoordinasi lebih dahulu baik, dengan Pemerintah maupun pekerja (Serikat Buruh).

Jelang lebaran yang semakin dekat, kata Verry, pihak perusahaan justru melakukan pemecatan. Dengan alasan, pihak perusahaan saat ini sedang kesulitan keuangan.

Buruh perkebunan sawit PT. Kalimantan Agro Pusaka, yang terdiri dari 3 estate, di wilayah Kecamatan Teluk Batang dan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, dirumahkan. (foto/my)

“Saya melihat pihak perusahaan semena-mena dalam mengambil kebijakan. Perusahaan tanpa berkoordinasi lebih dahulu dengan Pemerintah maupun perwakilan pakerja dalam hal ini serikat buruh, yang ada di perusahaan tersebut. Ditambah lagi dengan Pemkab, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak bisa menjadi penengah bagi buruh,”terang Verry, di Sukadana, Minggu (26/5/2019).

Dan kemudian, sambungnya, pemecatan ini membuat kericuhan di masyarakat, terutama kaum buruhnya pada kedua  wilayah itu, hanya bisa pasrah apa yang menjadi kebijakan perusanan.

Menurut Verry, kebijakan perusahaan itu juga menambah beban bagi Pemerintah Daerah, karena potensi pengangguran terbuka, yang juga akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

“Terjadinya PHK ini menambah beban bagi Pemerintah Daerah. Karena berpotensi pengangguran terbuka dan akan menimbulkan dampak keresahan sosial, dan kejahatan di masyarakat, seperti pencurian,” pungkas Verry.

(my)