Jembatan Mubazir Salah Satu Dosa Kota Tebing Tinggi

0
788
IMG_20171015_195513

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Bukan tanpa alasan jika ada nada miring yang menyebutkan sejak beberapa tahun terakhir ini Pemerintah Kota Tebing Tinggi sedang terlilit sederetan permasalahan, setelah sebelumnya Kota kecil ini pernah dijuluki sebagai salah satu Kota terkorup di Indonesia oleh oknum elit sebuah LSM dari Jakarta. Sebuah predikat yang teramat memalukan tentunya.

Di tengah keberhasilan menjolok beberapa Piala Adipura dari Jakarta, ternyata ada seuntai permasalahan yang mengendap di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi beberapa tahun terakhir ini. Pada umumnya permasalahan itu muncul dari beberapa Dinas di lingkungan Pemerintah Kota ini, baik itu di Dinas Pendidikan, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perindag dan Koperasi, Dinas Perizinan (KP2T), Dispora Budpar, maupun di RSUD dr. Kumpulan Pane.

Demikian dikatakan Presiden DPP LSM Laskar Keadilan melalui Deputi Humas dan Publikasinya, A.Hasby Syam di Tebing Tinggi, Selasa (10/10) lalu. Menurutnya p embangunan “Jembatan Mubazir“ diatas permukaan sungai Padang yang menghubungkan Kelurahan Karya Jaya dengan Kelurahan Bandar Sakti adalah salah satu dari sederet permasalahan yang ada.

Jembatan yang dikerjakan oleh Dinas PU Tebing Tinggi sejak tahun 2015 dengan biaya diatas Rp 20 Miliyar ini sudah terbilang lama selesai dikerjakan. Tragisnya lanjut Hasby, hingga saat ini Pemerintah Kota Tebing Tinggi belum juga melakukan peresmian penggunaannya.

Menurut penelusuran investigasi DPP LSM Laskar Keadilan, belum diresmikannya penggunaan jembatan ini dikarenakan belum selesainya pembebasan lahan akses jalan masuk menuju jembatan arah dari Kelurahan Karya Jaya. Kenyataan ini mengisyaratkan adanya kecerobohan dari pihak Dinas PU Tebing Tinggi.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa seharusnya pembangunan jembatan dikerjakan setelah adanya kepastian akses jalan keluar dan masuk menuju jembatan, bukan kerja asal hantam kromo. Sehingga setelah terbentur baru sempoyongan. Dampaknya hingga saat ini, jembatan tersebut tetap saja belum diresmikan kegunaannya sehingga layak disebut sebagai “Jembatan Mubazir“ yang notabene disebut-sebut merupakan salah satu Dosa Pemko Tebing Tinggi, papar Hasby . (AHS/Red)