Jembatan Sidua-dua Berfungsi dengan Baik dan Arus Lalulintas Terpantau Lancar

0
219
Arus lalulintas di Jembatan Sidua-dua Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, sudah kembali normal dan lancar. (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com- Simalungun (Sumut)

Arus lalulintas di Jembatan Sidua-dua Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, sudah kembali normal dan lancar, usai material longsor berhasil dibersihkan dari kedua badan jembatan itu.

Pengamatan buktipers.com, Senin (7/1/2019) siang, kedua Jembatan Sidua-dua tampak sudah berfungsi normal dan telah dilalui berbagai jenis kendaraan, besar dan kecil, baik dari arah Pematangsiantar-Parapat maupun sebaliknya.

Dan seluruh alat berat dan telah meninggalkan lokasi jembatan. Di kedua sisi jembatan, terpasang police line sebagai tanda bagi pengemudi.

Arus lalulintas di Jembatan Sidua-dua Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, sudah kembali normal dan lancar. (Foto/Stg)

Personil Polres Simalungun juga sudah meninggalkan lokasi.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Boas Manik, didampingi Sekcam, Donni Sinaga mengatakan, material lumpur yang menimpa jembatan Sidua-dua sudah berhasil dipindahkan. Dan arus lalulintas dari kedua arah Parapat-Pematangsiantar dan sebaliknya, mulai dibuka Senin (7/1/2019) sore dan hingga saat ini arus lalin lancer, katanya.

Tadi malam hujan sangat deras, namun tidak terjadi longsor lagi, karena  air dari perbukitan Bangun Dolok yang selama ini merembes ke jembatan, sudah dialihkan menjadi satu arah yang diduga selama ini sebagai pemicu terjadinya longsor. Kita berharap longsor tidak terjadi lagi, katanya.

Personil Sat Lantas Polres Simalungun bersama Pemerintah Kecamatan saat foto bersama, usai arus lalulintas lancar. (Foto/Stg)

Boas juga berharap kepada instansi tekait, agar kondisi bangunan Jembatan Sidua-dua segera ditinjau kembali dan dievaluasi, karena kolong jembatan sangat sempit, sehingga tidak mampu menampung material yang turun dari arah perbukitan Bangun Dolok.

Kalau boleh, jembatan baru dibangun dengan kolong yang lebar, agar material dari arah perbukitan dapat melintas dari bawah jembatan,”ungkapnya. (Stg)