Jenguk Korban Penyerangan di Ciracas, KSAD: Mohon Maaf Kebrutalan Oknum AD

0
7
KSAD bersama Wakapolri menjenguk korban penyerangan Polsek Ciracas. (Jehan/detikcom)

Jakarta, buktipers.com – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjenguk korban penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Andika pun meminta maaf atas insiden yang dilakukan oknum anggota TNI.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas tindakan brutal oknum prajurit angkatan darat,” kata Andika di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2020).

Setelah melihat kondisi korban, Andika mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan prajuritnya yang menimbulkan korban. Menurutnya, kerja keras TNI bersama Polri dirusak oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

“Kerja keras bersama Polri di lapangan untuk Membantu masyarakat, dirusak oleh oknum oknum yang merasa mereka bisa melakukan apa aja,” ujarnya.

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menjenguk korban bersama Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Berdasarkan pantauan detikcom, Gatot tampak datang terlebih dahulu, kemudian disusul kedatangan Andika pada pukul 15.00 WIB. Sebelum masuk ke rumah sakit, keduanya tampak berbincang.

Andika dan Gatot kemudian berjalan memasuki gedung RS Polri. Keduanya menuju ruangan korban perusakan Polsek Ciracas yang saat ini masih dirawat.

Untuk diketahui, ada tiga korban luka-luka akibat perusakan Polres Ciracas. Dua di antaranya dirawat di RS Polri Kramat Jati.

Sebelumnya, Andika Perkasa memastikan akan terus mengawal penanganan kasus perusakan Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur. Termasuk perihal ganti rugi atas perusakan tersebut.

“Kami mohon maaf atas kejadian tersebut dan kami akan mengawal agar ada tindak lanjut, termasuk memberikan ganti rugi,” kata Andika dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (30/8).

Andika mengungkapkan ganti rugi tersebut untuk korban luka ataupun kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan.

“Terhadap biaya perawatan rumah sakit maupun kerusakan kerusakan yang ditimbulkan oleh para pelaku,” ujarnya.

Perusakan Polsek Ciracas sendiri diawali oleh seorang oknum TNI, Prada MI, yang menyebarkan berita bohong bahwa dirinya dikeroyok. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, Prada MI ternyata mengalami kecelakaan tunggal.

“Sesuai data dan fakta yang ditemukan di lapangan bahwa apa yang sudah terjadi yang dikatakan bahwa prajurit MI telah dikeroyok oleh orang tidak dikenal dan menyebabkan luka-luka. Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV, bahwa luka yang ada di prajurit MI bukan karena pengeroyokan tapi akibat kecelakaan tunggal,” ujar Hadi di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (30/8).

 

Sumber : detik.com