Jual BBM Subsidi Ke Penimbun, Pertamina Di Minta Tindak Tegas SPBU Sumber Padi

0
552
Dijual Rumah

BuktiPers.com – Batubara (Batubara)

Diwilayah Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara ditemui SPBU nakal yang melayani BBM Subsidi ke penimbun yang tidak memiliki surat-surat resmi untuk meraup keuntungan. Hal tersebut terbukti saat Buktipers.com melakukan investigasi selama beberapa hari di SPBU 14.212.283 yang berada di jalan lintas sumatera desa Sumber Padi kecamatan Lima Puluh kabupaten Batu Bara, Sabtu (28/7/2018).

Mobil Fortuner milik seorang pengusaha yang berulang kali mengisi Premium

SPBU dengan nomor register 14.212.283 terlihat melayani pembeli minyak subsidi dengan modus pembelian menggunakan wadah jerigen ukuran 35 liter.

Menurut keterangan pengecer yang tidak mau di sebutkan namanya mengakui membeli premium dengan jerigen untuk di jual sendiri kepada masyarakat.

“Ya saya memang membeli premium sebanyak puluhan liter untuk di jual sendiri, kegiatan ini sudah saya jalani selama 2 tahun,” ujarnya.

Masih dari keterangannya, untuk mendapatkan satu jerigen, dirinya rela antri hingga 2 jam, hal tersebut terjadi akibat pihak SPBU lebih mementingkan mengisi jerigen ke beberapa penimbun.

“Di SPBU ini kalau hanya membeli 1 atau 2 jerigen harus antri bang di atas sepeda motor, yang di utamakan penimbun, seperti Hs salah satunya, setiap hari hampir 2000 liter jatah premium yang di berikan SPBU ini untuk dia bang, mereka tidak antri” ujarnya.

Lebih rinci sumber menjelaskan, setiap pembelian 1 jerigen wajib membayar Rp. 15.000, dengan rincian 35 liter x Rp.6.450 (harga premium di SPBU) + Rp. 15.000. Sehingga untuk membeli 1 jerigen 35 liter pembeli harus membayar sekitar Rp. 240.000. Untuk mengelabui permainan tersebut, setelah premium selesai di bongkar dari truk pertamina, SPBU Sumber Padi hanya buka sekitar 2-3 jam saja dan di buka kembali keesokan pagi dengan dalih untuk anak sekolah.

“Premium dari penimbun dijual ke wilayah kabupaten Simalungun bang, karena SPBU disana tidak lagi tersedia premium,” katanya.

Terpisah, salah seorang pedagang premium eceran di kecamatan Bandar kabupaten Simalungun SD mengatakan, dirinya mendapatkan premium dari agen (penimbun-red) dengan kisaran harga Rp. 260 ribu – 275 ribu per jerigen 35 liter.

“Sudah lama saya jual eceran bang, awalnya saya beli sendiri langsung ke SPBU di wilayah Batu Bara, karena semakin di persulit terpaksa saya beli dari penimbun, karena SPBU disana lebih mengutamakan penimbun dari pada pengecer seperti kami ini,” ujarnya.

Sementara terkait penemuan di lapangan, pihak pengawas SPBU Sumber Padi Boru Situmorang ketika di konfirmasi mengatakan, hanya melayani pembelian premium dengan jerigen kepada masyarakat miskin bukan ke penimbun BBM. Namun ketika kru Buktipers.com mempertanyakan terkait mobil mewah jenis Fortuner yang diketahui milik Hs mengisi secara berulang-ulang bahkan membawa jerigen, dirinya berdalih Hs merupakan orang baik.

“Baik orangnya itu dik, karena belum kenal ajanya kalian sama dia,” dalihnya.

Padahal jelas dalam Undang-undang Migas Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 18 Tahun 2011 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka dengan ini ditegaskan kembali bahwa Lembaga Penyalur (SPBU) hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Minyak Premium untuk pengguna akhir. Sebagaimana diatur oleh Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 pihak SPBU dilarang keras untuk menjual Bahan Bakar Minyak Premium dan Solar kepada jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.

Jika praktek ini terus di biarkan maka banyak pihak yang akan di rugikan bukan hanya para konsumen, serta masyarakat. Perlunya pengawasan lebih ketat dari pihak Pertamina untuk memberikan peringatan serta tindakan tegas agar para pemilik SPBU jerah. (Tim/Red)