Jum’at Keliling, Bupati Labuhanbatu Ingin Mengetahui Keluhan Masyarakat

0
16
Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe menyantuni anak yatim.

Labuhanbatu, buktipers.com – Jum’at Keliling (Jumling) merupakan program unggulan Bupati Labuhanbatu yang telah berjalan, beberapa tahun ini.

Tujuannya signifikan, dan salah satunya untuk mengetahui keluhan dan kekurangan masyarakat secara langsung.

Seperti hari ini, Jum’at (11/9/2020), Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT, melaksanakan shalat Jum’at, di Masjid Nurul Iman, Desa Sungai Sentosa, Kecamatan Panai Hulu,di dampingi Camat Panai Hulu, Abdul Kholik Lubis, Kadiskominfo, Rajid Yuliawan S.Kom, Kabag Protokol, Prandi A. Nasution, Kaban Bappenda, Muslih SH.

“Saya ingin mengetahui langsung kondisi masyarakat saya di seluruh penjuru Labuhanbatu. Apa itu keluhan dan keinginan mereka, saya ingin dengar langsung dari mereka,”katanya.

Disamping itu, saya juga ingin beribadah berjamaah, bersama dengan masyarakat saya, mendengar dan menyampaikan kabar baik yang bisa kami lakukan untuk mereka. Dan ini sudah lama saya lakukan, bukan karena menjelang Pilkada, ujar Bupati.

BKM Nurul Iman, Samsul Bahri Simanjuntak, mengucapkan terimakasih atas kunjungan Bupati Labuhanbatu. “Semoga kedatangan beliau, menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Sungai Sentosa,”harapnya.

Sementara itu, khatib shalat Jum’at, Ustadz Pahruddin Daulay yang sering disapa Ustadz Pede, dalam kajiannya, menjelaskan tentang besarnya manfaat menyantuni anak yatim dan piatu dan membantu orang yang kekurangan.

Menurut Ustadz, begitu besar faedah ibadah yang satu ini, karena segala doa mereka akan dijabah Allah SWT.

Dari itu, mari kita ikuti jejak langkah Bupati Labuhanbatu yang kerab memperhatikan keberadaan anak yatim piatu dan warga tidak mampu. Semoga ini menjadi amal ibadah kita bersama kelak di akhirat, ucapnya.

Seperti biasa pada agenda jumling tersebut, Bupati memberikan cenderamata, berupa jam digital dan juga uang infaq untuk Mesjid Nurul Iman. Selain itu, Bupati juga memberikan cenderamata, berupa kain sarung kepada para jama’ah shalat Jum’at.

(Syafii Harahap)