Kabur ke Balam, Oknum Mahasiswa Pencuri HP Ditangkap Polisi

0
158
Pelaku tampak memegang barang bukti saat diamankan petugas di Polsek Lambu Kibang.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tulang Bawang (Barat)

Perbuatan mahasiswa yang satu ini tidak pantas dicontoh.  Pelaku berinisial AP (22), warga Tiyuh/Kampung Indraloka 2, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, diamankan petugas karena nekat mencuri handphone.

Kapolres Tulang Bawang, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH melalui Kapolsek Lambu Kibang, Iptu Abdul Malik mengatakan, pelaku AP ini telah mencuri HP milik korban Fernando Ilham Maulana (16), berstatus pelajar, yang satu tempat tinggal dengan pelaku.

“Aksi kejahatan yang dilakukan pelaku, terjadi hari Sabtu (13/7/2019), sekira pukul 05.00 WIB, di dalam rumah korban. Akibatnya, korban mengalami kerugian HP Oppo F11 warna hijau marmer yang ditaksir seharga Rp. 3 Juta,”ujar Iptu Malik, Kamis (18/7/2019).

Waktu kejadian pencurian tersebut, korban sedang tertidur di dalam rumahnya dan posisi HP berada di sebelah kanan badan korban. Karena sebelumnya, korban habis bermain game online, dengan menggunakan HP tersebut.

Pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban melalui jendela kamar, yang saat itu korban lupa menguncinya. Sehingga dengan mudah pelaku melakukan aksi kejahatannya, jelasnya.

Berbekal laporan dari korban, petugas bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang melakukan penyelidikan untuk mencari siapa pelakunya. Berkat keuletan dan kegigian petugas di lapangan, akhirnya pelaku berikut barang bukti, berhasil diungkap.

“Pelaku AP ditangkap oleh petugas hari Rabu (17/7/2019), sekira pukul 23.45 WIB, di daerah Kemiling, Bandar Lampung (Balam), yang mana sebelumnya pelaku telah 4 hari melarikan diri,” ungkap Iptu Malik.

Dari tangan pelaku, petugas menyita HP Oppo F11 warna hijau marmer milik korban yang masih dibawa dan dipakai oleh pelaku.

Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Lambu Kibang dan akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun, tegas Kapolsek.

 

(Jun/nang)