Kadis PU Pesisir Barat Tegaskan Tidak Anti Kritik

0
235
Kantor Dinas Pekerjaaan Umum Pesisir Barat.
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Kepala Dinas Pekerjaaan Umum (Kadis PU) Pesisir Barat, Ir Jalaludin MP, mengaku tidak anti kritik.

Dan justru sebaliknya, kritikanlah yang ia butuhkan guna mengkoreksi berbagai kebijakan ataupun pekerjaan yang ada di dinas yang dipimpinnya.

“Mohon maaf teman- teman, saya atas nama Dinas PU Pesisir Barat sangat terbuka dengan adanya kritikan ataupun masukan dari kawan – kawan media, tapi kritikan yang sifatnya membangun, “kata Jalal, saat ditemui wartawan, Jumat (6/8/2021).

“Silahkan teman-teman menulis jika memang ada temuan di lapangan terkait kinerja rekanan yang diduga melanggar aturan. Syaratnya sebelum menulis berita, silahkan konfirmasi terlebih dahulu, agar pemberitaannya berimbang,”kata dia.

Jalal mengaku, beberapa waktu lalu, ada wartawan yang masuk ke ruangannya. Saat itu, katanya, dirinya hendak turun  ke lapangan. Sang wartawan menunjukkan berita dan menanyakan dugaan pembangunan fisik, di salah satu tempat yang menurut  mereka (wartawan,red) pembangunannya kurang memuaskan.

Kalau beritanya sudah tayang, lanjut Jalal, apalagi yang mau dikonfirmasi, karena tidak berpengaruh terhadap penjelasan yang mereka berikan. Mestinya, kalau memuat berita konfirmasi terlebih dahulu, harapnya.

“Masa berita dah dimuat baru mau konfirmasi, otomatis saya jawab gak ngaruh karena beritanya sudah ditayangkan, ini yang dipelesetkan. Bahasa nggak ngaruh itu diartikannya, Kadis PU arogan. Kalau sudah begini, siapa yang arogan, wartawan atau Kadis PU, kalian bisa nilai sendirilah,”tutur Jalal.

Bukan itu saja, mungkin karena kurang puas mendengar jawaban dari saya, mereka mengatakan Kadis PU Pesisir Barat kebal hukum dan alergi dengan wartawan. Saya rasa itu hanya mengada-ada. Hampir seluruh wartawan di Pesisir Barat ini hubungannya dengan instansi yang saya pimpin, baik – baik saja, tegasnya.

“Tapi biarlah, yang jelas kalau ada media atau wartawan yang mengatakan saya arogan dan  kebal hukum,  itu sama sekali tidak benar,” ucapnya.

 

(Andi)