Kadis PU Samosir Diminta Larang Kontraktor Pakai Pasir Campur Tanah

0
1150
IMG_20171018_114351
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Samosir (Sumut)

Sesuai temuan BuktiPers.Com di salah satu pelaksanaan pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir bahwa rekanannya menumpukan bahan matrial bangunannya yaitu pasir yang bercampur tanah sehingga pasir itu berwarna hijau/kuning dan tidak lagi berwarna bening putih sesuai warna pasir yang seutuhnya.

Diduga bahan material pasir yang akan digunakan untuk campuran semen tersebut dikorek dari tebing jalan, karena kondisi jalan tersebut ada yang longsor, sehingga perlu pembangunan penahan badan jalan agar tidak terjadi longsor di lokasi tersebut. Jika pasir yang ditumpukkan di pinggir badan jalan tersebut digunakan sebagai bahan campuran semen, dapat dipastikan pasir itu tidak akan menyatu ke bahan semen sehingga bangunan yang dikerjakan pasti akan cepat hancur.

Melihat situasi tersebut, warga setempat minta kepada Kepala Dinas PU Kabupaten Samosir agar segera turun ke lokasi untuk mengecek pasir tersebut, apakah layak digunakan sebagai bahan bangunan atau melarang penggunaannya demi kualitas bangunan nantinya.

Menurut warga Kecamatan Harian yang bertugas di salah satu Dinas di Kabupaten Samosir mengatakan kepada BuktiPers.Com di lokasi, Rabu (18/10/2017) bahwa banyak daerah asal penambangan pasir, tetapi tidak semua jenis pasir tersebut dapat menjadi pasir yang baik jika digunakan sebagai bahan bangunan. Karena meskipun sebagai salah satu bahan yang sangat vital, tetapi pasir juga memiliki standar minimum bahan, yang harus kita penuhi, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, misalkan saja pasir tersebut memiliki butiran yang tidak menggumpal, atau tidak memiliki keterikatan antar butirannya, karena pasir jenis ini kemungkinan tidak dapat tercampur dengan sempurna jika sudah diberi semen. Lalu pasir yang baik juga tidak boleh memiliki rasa, dengan kata lain berasa tawar, misalkan saja pasir yang kita beli tersebut terasa asin, maka ada kemungkinan pasir tersebut sudah terkena air laut. Jika ini terjadi maka dapat mengurangi kekuatan bangunan kita, karena dapat menyebabkan korosi baik itu pada betonnya sendiri maupun pada tulangan besinya.

Jika kita ingin pasir yang kualitasnya lebih baik lagi, maka kita bisa memilih untuk menggunakan pasir yang memiliki permukaan butiran yang kasar. Jika pasir yang kita gunakan adalah pasir yang ditambang dari dasar sungai maka butiran pasir adalah padat dan juga berat, hal ini karena proses tekanan air yang berlangsung lama dan terus-menerus. Jika pasir yang kita beli, disebutkan berasal dari salah satu sungai, tetapi memiliki bobot yang ringan, maka mungkin saja anda sedang ditipu.
Karena pasir yang baik adalah pasir yang terbebas dari unsur yang lain, seperti misalnya tanah, sampah (baik itu sampah organik maupun anorganik), karena ada kemungkinan bahwa bahan lain yang tercampur di dalam pasir tersebut yang dapat mengakibatkan adanya pelemahan struktur, ujarnya.

Wakil Ketua PWRI -B Kabupaten Samosir Baktiar H Pasaribu sangat berharap Kepada Pemkab Samosir, terutama Dinas PU agar selalu mengawasi proses pelaksanaan pembangunan peningkatan jalan di Kecamatan Harian, agar pihak rekanan atau kontraktor tidak semena-mena memakai bahan material bangunan yang tidak bagus, karena akan berdampak pada kwalitas bangunan sehingga tidak bisa bertahan lama.

Masyarakat sangat menginginkan kwalitas bangunan yang baik, karena yang menggunakan pembangunan tersebut adalah masyarakat Kecamatan Harian beserta masyarakat umum yang datang dari berbagai daerah, apa lagi saat ini para wisatawan tiap saat datang menikmati panorama wisata indah di tempat wisata yang baru muncul namun sudah terpublikasi di seluruh dunia, dan sudah di pajangkan di majalah Pesawat, yaitu wisata Bukit Cinta di Desa Kanji Martahan, Bukit holbung Sipege di Desa Hariara Pohan dan Air Terjun Sampuran Efrata di Desa Sosor Dolok. (BP/Red)