Kagetnya Putri Mbah Ginem, Saat Tahu Jenazah Ibunya Dibawa Pakai Motor

0
271
Foto: Tangkapan layar video di media sosial soal pemotor bawa jenazah di atas bronjong
Dijual Rumah

Boyolali, buktipers.com – Sutejo (50), pemotor yang viral membawa jenazah ibunya Ginem Suharti (80) di atas bronjong bikin geger keluarga dan media sosial. Anak sulung Ginem, Sri Suyamti (60) mengaku kaget dengan peristiwa itu.

“Saya ya kaget, astaghfirullah hal adzim. Adik saya kok tega segitu, kok dinaikkan sepeda motor gitu, yang nggak tahu kan dikira diapa-apain. Itu sebenarnya kan sakit tua,” kata Sri Suyamti (60) saat ditemui di rumah duka, Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali, Jumat (30/10/2020).

Sri Suyamti menyebut ibunya meninggal dunia Kamis (29/10) saat dia tak ada di rumah. Kala itu dia tengah bekerja dan ada adiknya Sutejo yang berada di rumah.

Sri Suyamti bercerita ibunya itu baru seminggu tinggal di rumahnya di Dukuh Bantulan, Jembungan, Banyudono. Sebelumnya ibunya itu tinggal di rumahnya di Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo.

“Saya ajak pulang ke rumah saya tidak mau. Sudah sakit itu baru diajak pulang. (Baru) Satu minggu di rumah saya, sudah sakit, kakinya sudah bengkak-bengkak,” jelas Sri Suyamti.

Sri Suyamti menyebut rumahnya dengan Sutejo berbeda namun berada di satu pekarangan. Saat ibunya meninggal itu, Sri Suyamti mengaku sedang bekerja dan menitipkan ibunya ke adiknya. Dia pun kaget ketika diberi kabar ibunya meninggal dan dibawa menggunakan sepeda motor oleh adiknya itu.

“Kemarin itu kalau nggak dibawa adik saya itu, ya saya carikan mobil (ambulans). Bilang sama tetangga kan pasti dibantu. Nggak mau adik saya itu ngrepotke tetangga (adik saya nggak mau merepotkan tetangga),” terang Sri Suyamti.

Sutejo menyebut adiknya itu tidak memberi tahu tetangganya jika ibunya meninggal. Sehingga dia memutuskan untuk membawa jenazah ibunya dengan motor dan diletakkan di atas bronjong.

Sementara itu, Ketua RT 003/001 Dukuh Bantulan, Desa Jembungan, Widodo Basuki mengaku tidak tahu saat Ginem meninggal dunia pukul 08.00 WIB kemarin. Sebab, Sutejo tidak memberitahukan kepada warga setempat.

“Warga di sini memang banyak yang nggak tahu, kalau ibunya itu meninggal dunia dan dibawa ke Simo. Pak Tejo ini memang kurang bergaul dengan masyarakat,” kata Widodo kepada para wartawan.

Sebelumnya diberitakan, video pemotor membawa jenazah yang ditaruh di atas bronjong viral di media sosial, Kamis (29/10). Tampak dalam video itu, jenazah diletakkan di papan di atas bronjong yang berada di bagian belakang motor. Jenazah ditutup kain jarik motif batik dan diikat menggunakan tali ban.

Dari rekaman video tersebut terdengar seorang perempuan mempertanyakan, apa yang dibawa pria pengendara motor itu. Karena bentuknya yang mirip jenazah orang.

 

Sumber : detik.com