Beranda Lintas Provinsi Kantor Koperasi Peruduksi Perjuangan Bersama Dipalang, Ini Pemicunya

Kantor Koperasi Peruduksi Perjuangan Bersama Dipalang, Ini Pemicunya

263
0
Kantor Koperasi Peruduksi Perjuangan Bersama (KPPB), dipalang oleh anggota koperasi itu sendiri, Kamis (7/3/2019), lalu. (foto/sahman)

Buktipers.com – Aceh Singkil (Aceh)

Kantor Koperasi Peruduksi Perjuangan Bersama (KPPB), dipalang oleh anggota koperasi itu sendiri.

Alasan dipalangnya kantor itu, dikernakan ketidak transparan ketua koperasi terhadap anggotanya.

Salah seorang pengurus koperasi, Sabirun, kepada buktipers.com, mengatakan, jumlah anggota koperasi ada sebanyak 1511 orang dan memiliki aset kebun kelapa kelapa sawit, seluas lebih karang mancapai 347 hektar.

Yang paling menyakitkan, semenjak tahun 2011, lalu, perjuangan mendapatkan lahan kebun kelapa sawit dimaksud,  semua anggota seperti dibodoh – bodohi oleh ketua koperasi, Juliadin.

Begitu juga rapat tahunan, gak pernah dirapatkan pada semua anggota, apalagi terkait hasil keuntungan dari  penjualan kelapa sawit ke PT Napasindo, sama sekali tertutup rapat, bebernya.

Baca Juga!  Mengadang Pencuri Motor, Warga Bogor Ini Tewas Ditembak

Ditambahkannya, saat menjelang  hari raya, dikasih sama anggota  uang sebesar  Rp.250 000/tahun yang diisi kedalam amplop dan bertulisan sisa hasil koperasi. Nah, selama ini, berapa laba keuntungam koperasi, tidak pernah dikasih tau sama anggota. Ada apa di balik koperasi ini, aneh kan, ujarnya.

Anggota koperasi lainnya, Azwar Anas, kepada buktipers.com, menambahkan, ketua koperasi mereka tidak mau mengatakan berapa keuntungan koperasi dan juga tidak ada penyegaran pengurus koperasi. Kami sudah tidak percaya lagi sama ketua kopersai, karena tidak penyegaran pengurus dan admitrasinya juga menyimpang dari ketentuan. Hitungan pengeluaran biaya  gak jelas, hanya omongan yang kami dengarkan, ungkapnya.

Kantor Koperasi Peruduksi Perjuangan Bersama (KPPB), dipalang oleh anggota koperasi itu sendiri, Kamis (7/3/2019), lalu. (foto/sahman)

Lanjutnya, tepatnya pada Kamis (7/3/2019), lalu, mereka pun mendatangi kantor koperasi itu dan langsung memalangnya.

Baca Juga!  Calon Pengantin Tewas Ditangan Mantan Sang Pacar

Kalau diam semakin merajalela pengurus koperasi. Kami sudah dipenjara meninggalkan anak bini. Eh dah berhasil, malah kami dibodohi, sejak tahun 2011 hingga sekarang ini. Harapan kami, kepada badan perkoperasian  maupun istansi terkait yang membidangi audit keuangan koperasi agar memeriksa ketua dan pengurus koperasi yang berkedukan di kecamatan Gunung Mariah, desa Gunung Lagan, kabupaten Aceh Singkil tersebut. Kami manduga sudah ada manipulasi data tahunan koprasi, ungkap Azwar Anas.

Anggota kopersai lainnya, Samsul Bahri, juga  meminta penegak hukam agar mengusut dan memeriksa pengurus koperasi mereka yang diduga telah merugikan hak anggota.

“Kami sudah dipenjarakan. Perjuangan sudah berhasil, namun sepeser pun tidak  ada kami terima. Kemana hasi penjualan kelapa sawit mencapai 300 ton per bulannya itu? Sudah berapa uangnya sejak 2011 hingga 2019 ini. Apa gak kesal jadinya,”ujarnya.

Baca Juga!  Kronologi Barista Tikam Siswi SMK karena Cinta Ditolak

Yang sangat disayangkan, begitu teganya kepengurusan koperasi (KPBB) yang tidak pernah melakukan rapat tahunan atau hanya melibatkan rapat petinggi koperasi saja.

Seharusnya rapat tahunan mengacu pada Undang – undang Nomor 25 tentang  Perkoperasian dan juga mengacu AD/ART koperasi, ucapnya.

Buktipers.com, yang berusaha mengkonfirmsi Juliadin, via seluler dan juga pesan singkat, tak kunjung ada balasan sama sekali.

(sahman)

Loading...