Kapal Pukat Trawl Mini Dibakar di Perairan Sialang Buah

0
72
Tekong dan ABK pukat trawl diamankan Satpol Airud Polres Sergai.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Sebuah kapal pukat trawl mini milik nelayan asal Batubara, tanpa nama dan tanda selar, terbakar, lebih kurang 2 mil Timur bibir pantai Kuala Sialang Buah, Perairan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (3/3/2022), sekitar pukul 10.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, terbakarnya kapal pukat trawl itu diduga dilakukan oleh nelayan jaring udang dan nelayan jaring ikan, penduduk Sialang Buah. Kabarnya, lebih kurang sepuluh sampan yang mennghampiri pukat trawl itu dan masing-masing sampan diawaki 2 orang nelayan.

Sedangkan, awak kapal pukat trawl, Edi Irawan (19), sebagai Tekong atau Nakhoda dan Joko Indrawan Manik (22), sebagai ABK, keduanya warga Desa Sidomulio, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, mengalami luka ringan di bagian telapak tangan kanan.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Ali Machfud SIK, MIK, melalui Kasi Humas, AKP R Gultom mengatakan, sebelumnya personel Satpol Airud Sergai mendapat informasi telah terjadi pembakaran terhadap kapal nelayan modern / nelayan pukat trawl asal daerah Pagurawan, di perairan Sialang Buah, wilayah hukum Polres Serdang Bedagai.

Kemudian, sambung Gultom, setelah mendapatkan informasi tersebut, personel Satpol Airud langsung menuju ke TKP Kuala Sialang Buah.

Pada saat ditemukan, awak kapal atau korban pembakaran oleh massa nelayan diamankan di Kantor Koramil 09/TM yang telah diserahkan oleh massa nelayan penduduk Sialang Buah, ujar Gultom.

Kemudian dilakukan interogasi singkat terhadap Nahkoda dan ABK.

Dimana saat menarik pukat atau menangkap ikan dengan menggunakan pukat trawl tersebut, tiba-tiba datang sekelompok nelayan jaring dan langsung merapat ke kapal korban dengan marah – marah.

Selanjutnya, tekong serta ABK kapal pukat trawl tersebut dinaikkan atau dipindahkan ke sampan masyarakat nelayan tersebut.

Sedangkan massa yang lainnya menyiram kapal Pukat Trawl tersebut dengan minyak solar dan membakarnya.

Setelah itu, para korban atau awak kapal pukat trawl dibawa massa ke pinggir pantai Sialang Buah yang selanjutnya tekong  serta ABK kapal pukat trawl dibawa ke kantor Koramil.

“Selanjutnya personel Satpolair membawa korban atau awak kapal pukat trawl tersebut ke kantor Satpol Airud guna proses selanjutnya serta membawa korban yang mengalami luka pada tangannya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta,” pungkas Gultom.

 

(ML.hrp)