Kapolda Diminta Tindak Lanjuti Perintah Terkait Pemberantasan Judi Di Wilkum Tebing

0
705
2017-10-15_20.36.31

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Genderang perang yang ditabuh Kapolda Sumetara Utara , Irjen Pol. Paulus Waterpau di depan para Kapolres/Tabes se-Sumatera Utara di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut pada 9 September 2017 lalu terkait Perintah Pemberantasan dan pembubaran segala bentuk perjudian sesungguhnya adalah khabar baik gang menggembirakan dan harus direspon segera mungkin oleh seluruh pihak aparat terkait di wilayah hukum Sumatera Utara, termasuk wilayah hukum Polres Tebing Tinggi yang saat ini berada dalam komando AKBP Ciceu Cahyati.

Namun sangat disayangkan keterlambatan sikap tegas Kapolres Tebing Tinggi dalam merespon perintah Kapoldasu dimaksud. Menurut Presiden DPP LSM Laskar Keadilan melalui Deputi Humas dan Publikasi DPP LSM, A. Hasby Syam di sekretariat kawasan Jl. D.I Panjaitan, Kota Tebing Tinggi belum lama ini, mengatakan bahwa seyogyanya Kapolres Tebing Tinggi sudah turun ke lapangan memimpin langsung upaya pemberantasan sekaligus pembubaran semua bentuk atau jenis kegiatan perjudian yang ada di Kota ini, terutama kegiatan judi tebak angka jenis TOGEL yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya beroperasi bebas di Kota ini.

Menurut A. Hasby Syam, Kapolres harus segera menangkap para pelaku judi togel, mulai dari juru tulis, agen hingga bandarnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tidak ada yang kebal hukum di Republik ini,” tegasnya.

Ditambahkannya bahwa selama ini sudah ada penangkapan terkait judi togel, namun masih sebatas juru tulis (jurtul) maupun juru rekap (jurkap).

Dengan mengutip kata orang bijak, bahwa untuk menyelesaikan permasalahan judi ini, harus menangkap otak maupun bandarnya.

”Untuk menghentikan keganasan seekor ular harus diketuk bagian kepalanya, bukan ditangkap bagian ekornya,” kata Hasby.

Dengan demikian lanjut Hasby, pemerintah Kapoldasu kepada para Kapolres/Tabes dimaksud seharusnya ditindak lanjuti sehingga tidak menjadi pemerintah yang mubazir. Dan hal tersebut sekaligus menghapus beragam opini miring di tengah masyarakat terhadap sikap pasif sementara oknum aparat penegak hukum, terutama oknum aparat kepolisian yang dinilai lamban dalam upaya penanganan kasus perjudian ini.

“Kita tidak ingin mendengar citra dan kehormatan Kepolisian RI khususnya Polres Tebing Tinggi tercoreng atau cedera hanya karena kasus perjudian,” tegas Hasby. (AHS/Red)