Beranda Hukum Kapolres Sergai Beberkan Hasil Operasi Antik Toba 2020

Kapolres Sergai Beberkan Hasil Operasi Antik Toba 2020

59
0
Kapolres Sergai, AKBP R Simatupang saat mengangkat barang bukti saat menggelar press release.

Sergai, buktipers.com – Kapolres Sergai, AKBP R Simatupang, SH, M.Hum, membeberkan hasil Opersi Antik Toba 2020 yang digelar mulai 6 Februari 2020 hingga 14 Februari 2020, Jumat (14/2/2020), pukul 18.00 WIB, di halaman Mapolres setempat.

Turut hadir, Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu, SH, MH, Ps. Kasubbag Humas, IPDA Zulfan Ahmadi, dan personil Sat Narkoba Polres Sergai.

Kapolres menyatakan, ada sebanyak 13 kasus  penyalahgunaan Narkoba yang ditangani Polres Sergai selama Ops Antik Toba 2020, dengan 14 orang tersangka. Diantaranya 13 laki-laki dan seorang perempuan, kata Robin.

Masih kata Kapolres, dalam operasi ini, pihaknya menyita barang bukti, berupa 6603 butir pil extasy, 24,31 gram sabu, 0,6 gram ganja, uang sebanyak Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah) dan 1 unit Sepeda Motor Yamaha Scorpio Nopol BK 3657 OT.

Baca Juga!  Ini Kegiatan Kapolda Sumut saat Kunjungi Sergai

Adapun status tersangka, sebanyak 12 orang dinyatakan sebagai pengedar dan 2 orang sebagai pemakai. Sementara 2 orang terpaksa ditembak, kata mantan Kapolres Batubara ini.

Berikut 12 orang pengedar, Ashari Matondang als Ucok Dolar (44), Abdul Rahman Purba (Peyek), M. Ishan Nasution (32), Ramadhan (25), M. Andika HRP (28), M. Taufik (33), M. Arif (43), Sukardi (49), Nurhayati (40), Samsul (26), Juhari (37) dan Darma Bakti (23).

Sedang pemakai narkoba, Yudi Ansari (33) dan Deni Heriadi Pasaribu (31).

Tersangka pengedar sabu tersebut, dijerat Pasal 114 (2) Sub Pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara, paling singkat 7 tahun dan paling lama 20 tahun. Lalu denda paling sedikit Rp.1 Milyar dan paling banyak Rp.10 Milyar.

Baca Juga!  Kades Borongkan Proyek Kepada Oknum Kades Yang Diduga 'Mafia DD'

Sedangkan untuk pemakai, dikenai Pasal 112 (1) Sub Pasal 127 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara, paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, serta denda paling sedikit Rp. 800.000.000 dan paling banyak Rp. 8 Milyar, tutup Kapolres.

(ML.hrp)

Loading...