Kapolres Siantar Berkisah, Indahnya Toleransi di Masa Kecilnya

0
800
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu bersama Walikota Pematangsiantar, Haji Hefriansyah SE.MM pada peringatan Hari Toleransi Internasional di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Rabu (21/11/2018).(foto/maris)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Pematangsiantar (Sumut)

Persoalan toleransi sekarang ini menjadi topik penting dibicarakan di tingkat lokal, nasional bahkan internasional. Hal itu dikarenakan semakin maraknya isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang diperalat untuk memecah belah perdamaian dalam satu negara, bahkan perpecahan sesama bangsa-bangsa di belahan dunia.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu pun, harus mengenang sikap toleransi masa kecilnya dulu, yang katanya sangat indah.

Kisah kecilnya itu disampaikan pada acara Peringatan Hari Toleransi Internasional yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pematangsiantar, di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Rabu (21/11/2018).

AKBP Heribertus yang baru bulan ini menjabat sebagai Kapolres Pematangsiantar, mengatakan, dia adalah putra kelahiran Tanjungbalai, Asahan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Waktu dulu saya SD mengajak teman bermain, tapi teman sedang mengaji, sayapun pulang,” katanya.

Sesampai di rumah, mamaknya kata Kapolres menanyakan; “Kok pulang nak, katanya mau main,” kemudian dijawab Heribertus; “Teman saya lagi ngaji mak,”.

Kemudian apa kata mamak Heribertus Ompusunggu? “Udah tungguin sana sampai ngajinya selesai, baru main,” ujar Kapolres mengenang kisah kecilnya itu.

Sebaliknya demikian juga teman kecilnya yang beragama Islam, saat Heribertus beribadah minggu di gereja, selalu ditunggui sampai ibadah gereja selesai baru kemudian mereka bermain.

“Hal-hal seperti ini harus kita jaga, kita tumbuh kembangkan dan harus kita tingkatkan. Dan kita harus bertoleransi dengan teman, panjang sabar dan murah hati, kemudian tidak saling memfitnah tapi saling menjaga dan saling merangkul,” katanya.

Dengan tumbuhnya sikap prilaku toleransi itu, maka disitulah kata Kapolres akan terlihat bahwa kita adalah orang-orang yang beriman.

“Saat kita saling menjatuhkan, maka terlihatlah bahwa kita adalah manusia yang kurang dan tidak baik. Tapi saat kita saling mendukung, saling mendoakan, saling mengingatkan, saling tegur sapa, yang tua dihormati dan yang muda disayangi, maka pahalanya akan semakin besar di hadapan Tuhan,” katanya.(red)

 

Editor : Maris