Beranda Pendidikan Kapolsek Putussibau Selatan ‘Jadi Guru’ SD di Desa Kereho, Ini Kata Murid-murid...

Kapolsek Putussibau Selatan ‘Jadi Guru’ SD di Desa Kereho, Ini Kata Murid-murid  

124
0
Kapolsek Putussibau Selatan saat berada di SDN 20 Salin, Desa Kereho, Sabtu (13/10/2018).(foto/Bayu)
Loading...

Buktipers.com – Kapuas Hulu (Kalbar)

Polisi yang satu ini sungguh luar biasa dan mengagumkan, biasanya bertugas sebagai petugas keamanan, tapi tidak demikian ketika berkunjung ke Desa Kereho, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, dia malah menyempatkan diri jadi guru.

Dia adalah Kapolsek Putussibau Selatan, Ipda Cahya Purnawan. Ketika kunjungan kerjanya dalamm rangka Kampung KB ke Desa Kereho, malah dia menyempatkan diri berperan ‘sebagai guru’ di SDN 20 Salin, di Dusun Salin desa itu, Sabtu (13/10/2018).

Kepada murid-murid SD sekolah tersebut, sang Kapolsek menyemapatkan dirinya untuk memberi mata pelajaran (jadi guru), materi yang diajarkannya adalah menghitung juga memberi motivasi.

Kerelaannya jadi guru itu, disambut sangat bahagia oleh warga dan kalangan guru serta seluruh anak didik.

Baca Juga!  PIP Sulit Dicairkan, Pihak BRI Cianjur Sebut Dinas Terkait Kurang Komunikasi

Tak hanya itu, kata Cahya, dirinya juga memberikan motivasi kepada para pelajar untuk terus giat belajar, agar apa yang menjadi cita-cita mereka tercapai.

Menurut Cahya perubahan harus dimulai dari hal yang sederhana, seperti berbagi cerita dan pengalaman.

Dirinya yang menjadi seorang polisi saat ditawarkan mengisi kelas inspirasi merasa bersyukur,  karena ternyata berbagi dari hal yang sederhana seperti cerita, mampu membuat diri sendiri dan anak-anak bahagia.

“Senang sekali bisa menjadi manusia yang bermanfaat walaupun hanya dalam berbagi cerita,” ucapnya.

Diceritakan Cahya, rombongan berangkat dari Desa Cempaka Baru menuju Dusun Salin, Desa Kereho (Hulu Kapuas), Kecamatan Putussibau Selatan melalui jalur air menggunakan speedbod kayu mesin 40 PK, berrangkat melalui perhuluan Sungai Kapuas, untuk menempuh 7 jam prjalanan.

Baca Juga!  Puluhan Tahun Bangunan SMKN 1 Sipispis 'Mangkrak' Dinas Pendidikan Sergei Tidak Tahu  

Di tambahkan Cahya, di SD 20 Dusun Salin itu, untuk tenaga pengajar dan keperluan murid-murid dalam belajar sangat kurang, ke depan Muspika akan berkoordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten untuk mengatasi kekurangan itu.

Selain itu, kata Kapolsek, di Dusun Salin sampai saat ini tidak tersedianya jaringan komunikasi.

Di tempat terpisah seorang pelajar, Nicolaus (12 tahun) mengaku, dengan adanya guru dari polisi dapat memberikan kesempatan untuk melihat bahwa cita-cita itu ternyata sangat banyak sekali.

Siswi kelas 6 SD ini mengaku menjadi lebih percaya diri bahwa semua berhak untuk memiliki dan meraih cita cita.

“Hanya dengan mendengarkan cerita dan pengalaman dari bapak dan abang, rasanya saya percaya bahwa Tuhan itu adil,” katanya singkat. (murs86/Bayu)

Baca Juga!  Kasdipen Tapteng Ingatkan Jangan Ada Anak Yang Tidak Sekolah Karena Kurang Mampu

 

Editor : Maris

Loading...