Kapolres, Dandim dan Bupati Maluku Tenggara Turun Tangan Selesaikan Bentrok Antar Pemuda

0
215
Kapores, Dandim dan Bupati Maluku Tenggara, turun tangan selesaikan bentrok antar pemuda.
Dijual Rumah

Maluku Tenggara, buktipers.com – Pasca bentrok antar pemuda, Kapolres Maluku Tenggara (Malra) bersama Bupati mengajak masyarakat Kelurahan Ohoijang dan Pemda untuk berdialog, Jumat (10/7/2020), lalu.

Kegiatan tersebut, untuk menjalin hubungan keharmonisan di kalangan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan ini, berlangsung mulai pukul 20:00 WIT, sampai  pukul 22:30 WIT, di Posko Covid-19 Kelurahan Ohoijang dan kompleks Pemda, Kecamatan Kei Kecil.

Pejabat Ohoijang, Yosep Yan Narwadan, merasa bersyukur atas kehadiran Bupati, beserta unsur Forkopimda.

“Kami rindu ketemu Bupati dan Kapolres Malra, terima kasih atas kehadirannya. Terlebih bapak Bupati yang mana telah menyediakan lahan pertanian bagi 80 warga kami untuk berkebun,”ujar Narwadan terharu.

Sementara itu, Kapolres Malra, AKBP Alfaris Pattiwael, memberikan dukungan atas keterlibatan warga dalam mengedepankan keutuhan wilayah.

Kapolres mengajak warga untuk senantiasa menjaga situasi kamtibmas.

Dalam pertemuan ini, Kapolres meminta warga agar membuka diri atas salah paham yang terjadi di antara dua kelompok pemuda tersebut.

Kapores menyadari, kehadiran dirinya bersama Forkopimda untuk bertukar pikiran guna menyelesaikan masalah kekerasan dan kriminalitas yang menyebabkan pengrusakan dan merugikan warga.

“Kalian yang berasal dari Maluku Tenggara, jangan merasa bangga dengan kekerasan, karena ada lima kriminalitas yang saya akan berantas di wilayah ini, yakni preman, judi, prostitusi, miras dan Narkoba. Ini yang akan saya tuntaskan untuk penegakan hukum dan keadilan, pada kedua wilayah ini untuk melindungi masyarakat,”tegas Kapolres.

Kapolres berharap agar orang tua semakin ketat untuk mengawasi dan mengintrol anak – anaknya yang keleleran sampai larut malam.

“Minimal pukul 22:00 WIT, anak – anak sudah disuruh pulang ke rumah. Kita harus patuh dengan aturan yang sudah ada,”tambahnya.

Terkait dengan kejadian yang beruntun, saya minta berhenti dan jangan sampai ada masyarakat yang ikut – ikutan. Kalau sudah diproses secara hukum, pasti kami tangani dengan baik dengan alat bukti yang kuat, ujarnya.

“Saya tekankan kembali kalau malam ini ada yang keluar dengan alat tajam, kami pastikan akan kami tangkap. Permasalahan selama ini terjadi, pasti berawal dari miras,”tandas Kapolres.

Sedangkan Dandim 1503 Tual, Letkol Inf. Mario Noya, dalam arahan singkatnya mengatakan, agar permasalahannya tidak berlarut-larut, maka kedua belah pihak harus saling memaafkan, sehingga masalah segera teratasi.

“Biarkanlah semua permasalahan berlalu, mari bersama – sama kita saling memaafkan. Kalau kita dendam atau bermusuhan terus menerus, secara tidak langsung merusak diri kita sendiri. Kurangi miras, karena miras bisa jadi hantu untuk kita sendiri,”katanya.

Bupati Malra, Drs. M. Thaher Hanubun, mengajak masyarakat agar dapat menahan diri. Menurutnya, apapun yang terjadi, serahkan dan percayakan kepada pihak Polres Malra.

“Mari bersama menahan diri, karena dengan menahan diri akan lebih baik. Apapun yang terjadi kemarin bila sudah di ranah hukum, mari kita percayakan Polres Malra untuk menangani. Daerah kita lagi kena musibah, mari sama – sama kita doakan yang penderita virus corona agar cepat sembuh,” ajak Bupati.

Disamping itu, perwakilan warga Ohoijang, Thomas, memberikan apresiasi atas keterlibatan dan kepedulian dari Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya harap persoalan tadi malam sudah selesai. Jangan lagi ada yang memprofokasi keadaan,”ungkapnya.

Kemudian sekitar pukul 21:20 WIT, Forkopimda Malra, melanjutkan Dimpulrita, bersama pemuda Pemda, di kediaman Wakil Ketua DPRD Malra, Yohanis Bosko Rahawarin.

 

(Daniel Mituduan)