Kasat Lantas Polres Malra Jelaskan Hasil Operasi Patuh Siwalima

0
119
Kasat Lantas Polres Maluku Tenggara, Ipda Jonas Paulus.
Dijual Rumah

Maluku Tenggara, buktipers.com – Selama Operasi Patuh Siwalima yang digalakkan Sat Lantas Polres Maluku Tenggara (Malra), sejak tanggal 23 Juli – 5 Agustus 2020 lalu, mencapai puncak penindakan pelanggaran tertinggi di hari ketujuh,  delapan dan sembilan dengan jumlah pelanggar mencapai 80 unit kendaraan per harinya.

“Dari hasil operasi yang dilaksanakan, Sat Lantas Polres Malra kendaraan yang terjaring sekitar 273 unit. Penyebabnya karena  kelengkapan dan komponen-komponen kendaraan, berupa kaca spion, kemudian TNKB atau plat nomornya tidak dipasang dan banyak juga pelanggaran lainnya,”jelas Kasat Lantas Polres Maluku Tenggara, Ipda Jonas Paulus saat diwawancarai buktipers.com, di Mako Polres Malra, Kamis (6/8/2020).

Paulus yang lebih akrab dipanggil Jhon ini, sangat sesalkan tindakan beberapa pengendara yang tidak patuh dan tertib dalam berlalulintas. Lebih fatalnya lagi, ada kendaraan yang tidak dipasang kelengkapan perabot, khususnya body (badan) kendaraan.

“Kemarin sewaktu operasi itu ditemukan kendaraan yang tidak lengkap semua kelengkapan, seperti kendaraan metik yang dilepas komponen-komponen menyebabkan motornya telanjang. Selain itu, surat-surat kendaraan seperti STNK dan pajak kendaraan yang banyak termakan waktu (kadaruwarsa), masa berlakunya telah berakhir, sehingga tidak layak untuk beroperasional” terang Kasat.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil operasi yang dilakukan, total kendaraan yang terjaring sebanyak 265 unit yang kemudian diamankan ke kantor Sat Lantas Polres Malra.

“Total kendaraan yang ringkus sebanyak 265 unit,  sedangkan 8 unit kendaraan lainnya terdiri dari satu unik plat merah milik Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan dua mobil penumpang dan satu unit truk serta 5 unit mobil pribadi,” ungkapnya.

“Dari 265 unit ini, banyak yang telah melengkapi kendaraan dan kemudian dikeluarkan Sat Lantas,  namun begitu masih terdapat beberapa kendaraan yang masih tersisa dan jumlahnya sekitar 70 unit,” tambah Kasat.

Kasat juga menyinggung persoalan penggunaan helm yang sering kali ditegur petugas.

Untuk itu, dirinya menyarankan agar helm yang seharusnya digunakan pengendara yakni memiliki uji kelayakan serta standar keselamatan pengendara maupun pengemudi dan berstandar nasional Indonesia (SNI).

Menurutnya, kebanyakan pengendara salah memilih helm dalam menjaga keamanan dan keselamatan berkendara, seperti helm yang digunakan tukang bangunan dan tidak dilengkapi safety.

Disamping itu juga, ada kendaraan mobil plat merah yang sampai saat ini belum keluar, karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan yang sudah kadaruwarsa, sehingga pihaknya sudah arahkan untuk melakukan perpanjangan ke kantor Samsat untuk melengkapi andministrasi kendaraannya.

“Jadi selama 14 menggelar operasi tindakan yang dilakukan paling menonjol itu di pertengahan yakni pada hari keenam, ketujuh, kedelapan, dan kesembilan, dimana saat operasi itu, kita bisa menyita 70-80 kendaraan per harinya,”kKata Kasat.

Sedangkan pada hari terakhir mulai menurun disebabkan tingkat kesadaran dari pengemudi sendiri mulai terlihat karena telah mengetahui ketentuan dan waktu operasi sehingga dapat mengantisipasi alur mudik.

Kemudian waktu malam itu kita melakukan operasi untuk kegiatan pengaturan malam disini juga kita punya personilnya terbatas untuk itu kita harus menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, katanya.

Paulus mengaku akan terus berkoordinasi dengan fungsi intelijen tentang tingkat kerawanannya seperti apa. Kalau memang bisa kita laksanakan akan kita laksanakan dengan meminta bantuan dari polisi yang punya kepentingan dan memiliki jumlah personil dalam jumlah banyak, ujarnya.

 

(Daniel Mituduan)