Beranda Hukum Kasus 143 Kg Ganja, Hakim PN Siantar Loloskan Dua Terdakwa dari Hukuman...

Kasus 143 Kg Ganja, Hakim PN Siantar Loloskan Dua Terdakwa dari Hukuman Mati

33
0
Tiga orang disidang dengan layar monitor dari Lapas Klas IIA Pematangsiantar. Tribun Medan/Alija

Pematangsiantar, buktipers.com – Usai ditunda beberapa kali, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar akhirnya memutus dua dari lima anggota komplotan pengedar ganja 143 kilogram dengan pidana 20 tahun penjara. Keduanya pun lolos dari hukuman mati sesuai permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christianto.

Putusan ini tergolong ringan dari tuntutan jaksa, mengingat upaya negara dalam pemberantasan narkoba.

Sidang berjalan pada Rabu (20/5/2020) sore. Kedua terdakwa yang sebelumnya dituntut pidana mati ini adalah Andi Putra (36) dan Budi Hutapea alias Obot (34).

“Terdakwa bersalah melawan hukum, melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan primair,” ujar Danardono.

Ketiga rekannya yang lain, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana penjara lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Ahmad Ifani Simatupang (54), John Freddy Pangaribuan (46) dan Irma Dinata (27) masing-masing memeroleh pidana penjara selama 15 tahun. Jatuh lebih rendah lima tahun dari tuntutan jaksa sebelumnya.

Baca Juga!  Polsek Purba Amankan Pengedar Ganja

Belum diketahui apa pertimbangan majelis hakim menghukum rendah para pelaku.

Upaya Tri bun Medan mengonfirmasi hal ini ke Humas Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Simon Sitorus belum mendapat jawaban usai pesan singkat dilayangkan, Kamis (21/5/2020).

Diketahui dalam dakwaan, terdakwa Andi dan Obot bersama Tanjung, Dedek serta Bembeng (nama ketiga terakhir DPO) berangkat ke Aceh untuk menjemput narkotika jenis ganja sebanyak 200 Kg atas permintaan Dedi yang berada di Lampung dan rencananya ganja tersebut akan dikirim ke Lampung menggunakan bus.

Singkat cerita, Jumat (4/10/2019), Andi dan Obot bersama ketiga temannya menjemput barang haram tersebut dari seseorang yang tidak dikenal dengan mengendarai dua unit mobil rental.

Baca Juga!  11 Paket Ganja Diamankan dari Mardongan Sitorus

Dari Aceh, mereka membawa 200 kg ganja dan kembali ke Pematangsiantar.

Di Siantar mereka menimbun ganja tersebut di sebuah halaman rumah kosong di Jalan Tambun Timur, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba.

Ganja tersebut kemudian dijual berangsur-angsur untuk dibagi bersama, yang mana 15 kilogram sudah diedarkan di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya.

“Kemudian pada hari Rabu (23/10/2019) perbuatan terdakwa Andi dan anak buahnya itu diketahui Petugas Gabungan BNN. Tim Gabungan BNN menemukan barang bukti berupa 4 bungkus paket yang dilakban coklat berisikan daun ganja dalam dua buah kotak mi instan,” ujar JPU.

Pengacara Sebut Hukuman Harus Sesuai Peran

Kendati para kliennya mendapat putusan lebih ringan dari tuntutan jaksa, Penasihat hukum prodeo dari Biro Bantuan Hukum (BBH) Universitas Simalungun, Edwin Purba mengatakan majelis hakim kiranya mempertimbangkan peran mereka masing-masing.

Baca Juga!  Rampok Truk Minyak, Ayah-Anak Kena Pelor Polisi

“Sebenarnya kita juga nggak puas. Otak pelaku memang Andi, tapi yang lain seperti John Freddy nggak tahu apa-apa soal ini. Dia cuma pinjamkan rekening banknya yang ternyata digunakan untuk transaksi narkoba,” ujar Erwin.

Disinggung terkait barang bukti yang dalam kasus ini cukup besar dan layak kliennya mendapat hukuman mati, Erwin menampiknya.

Dikatakannya lagi, semua harus dihukum sesuai peran masing-masing.

“Ketua komplotan kan, si Andi Putra. Ya, kalau dia yang dihukum berat (hukuman mati) mungkin layak. Tapi yang lain kan enggak,” tambah Erwin.

Atas putusan ini, baik Erwin dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christianto dari Kejari Pematangsiantar menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari ke depan.

Namun isyarat banding tampaknya akan dilakukan Erwin.

 

Sumber : tribunnews.com

 

 

Loading...