Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Anies Buka Lowongan Tenaga Kesehatan

0
15
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Pemprov DKI Jakarta).

Jakarta, buktipers.com – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta kembali melonjak tajam. Pada Jumat (28/8/2020), terjadi penambahan 869 kasus baru sehingga keseluruhan menjadi 37.082 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penambahan kasus positif di Jakarta merupakan terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Jakarta diikuti Jawa Barat dengan penambahan 526 kasus baru.

Di tengah lonjakan kasus infeksi virus corona itu, Pemprov DKI Jakarta membuka rekrutmen Tenaga Profesional Kesehatan Penanggulangan Covid-19. Lowongan kerja ini dibuka oleh Dinas Kesehatan DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Instagram menginformasikan rekrutmen tersebut. Menurut Anies, pendaftaran dimulai 27 Agustus 2020.

“Masa kontrak dimulai dari September sampai dengan Desember 2020 dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan,” ucap mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini, dikutip Jumat (28/8/2020).

Tenaga Profesional Kesehatan yang dibutuhkan yakni dokter spesialis paru, penyakit dalam, anestesi/KIC, anak, obgyn, dan dokter umum. Selain itu perawat, perawat IPCN, bidan, pranata laboratorium kesehatan, radiographer, surveilans, dan penyuluh kesehatan. Informasi rekrutmen dapat dilihat laman resmi: http://bkddki.jakarta.go.id.

“Mari bergerak bersama melawan Covid-19,” kata Anies.

Seperti diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 telah menyatakan semua kota di DKI Jakarta masuk kategori berisiko tinggi Covid-19. Satu-satunya wilayah yang tidak masuk zona merah yakni Kabupaten Kepulauan Seribu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang sebelumnya masuk zona sedang menjadi berisiko tinggi. Sementara tiga kota lainnya yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara selama empat minggu berada di zona merah.

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta, menurut Wiku, terus menanjak. Bahkan pada pekan lalu jumlah kasus kumulatifnya tertinggi. “Sedangkan kematiannya masih naik terus. 116 kematian dalam waktu satu minggu,” ucapnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

 

Sumber : iNews.id