Kasus DBD Tertinggi, Dinkes Bengkalis Bentuk Pokjanal P3 DBD di Kecamatan Mandau

0
168
Foto bersama usai kegiatan.
Dijual Rumah

Duri, buktipers.com – Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, melalui Dinas Kesehatan, mengadakan sosialisasi dan pembentukan Kelompok Kerja Operasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (Pokjanal P3 DBD), pada Selasa (17/12/2019), lalu,  di Aula Pertemuan Gedung Bathin Betuah, Kecamatan Mandau.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, selain membentuk Pokjanal P3 DBD, juga melakukan sosialisasi lokakarya mini lintas sektoral Kecamatan Mandau Tahun 2019 yang dibuka oleh Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP MSi, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Sekretaris Camat Mandau, M Russydy, Kepala Puskesmas Duri Kota, dr. Syafaida Anggie Siswelly, Promkes Mandau, Murniati SKM, Kepala Puskesmas Pematang Pudu, drg Silvia, dr. Novi Novendra, dr. Ayu Retno Pertiwi, dr. Lucky, Masrika Rahman. SKM, Salim Hadi. SKM, sejumlah Kepala Kelurahan dan Desa, sejumlah Ketua RT/RW se Kecamatan Mandau dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, melalui Kabid P2P Kabupaten Bengkalis, Awizar SKM, usai memberikan pencerahan tentang penangan DBD, kepada buktipers.com mengatakan, sosialisasi pembentukan kelompok kerja operasional pencegah DBD, di lingkungan masyarakat, sifatnya koordinasi administratif, bukan hilarki dinas.

Dan dengan adanya kelompok kerja ini, pemerintah lebih mudah mengatasi DBD dengan adanya informasi dan berkoordinasi mulai dari, tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan, katanya.

Lanjut Awizar, pembentukan kelompok kerja ini, adalah salah satu upaya untuk memaksimalkan pencegahan penyakit DBD, sesuai amanat yang tertuang di dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor 581 Tahun 1992 yang diperkuat dengan edaran Menteri Dalam Negeri.

Terbentuknya kelompok kerja dengan tujuan untuk mentiadakan kasus demam berdarah itu kembali ke nol, kami memilih Kecamatan Mandau untuk pembentukannya, di karenakan Mandau tertinggi mengalami DBD sebanyak 300 lebih kasus DBD yang terjadi selama beberapa tahun kebelakangan ini.

Untuk mengatasi dan pengendalian DBD dengan prinsip hanya satu caranya yaitu, mentiadakan hewan jentik, karena kalau kita fogging saja itu tidak mengatasi penyebaran DBD, karena hanya jentik-jentik dewasa saja yang mati, namun dalam waktu seminggu yang jentik kecil menjadi besar, dan berubah menjadi nyamuk yang siap menggigit manusia. Maka jentiknya yang harus kita tiadakan untuk mengatasi DBD di lingkungan kita.

Kami juga berharap seluruh masyarakat ikut peduli dengan penyebaran DBD dilingkungan masing-masing, begitu juga kami berharap dukungan penuh dari rekan-rekan media, harap Awizar kepada sejumlah wartawan yang hadir.

 

(Hendry Sibarani)